Ratusan gempa susulan di Flores Timur pascagempa M 4,7 ternyata merupakan bagian dari proses pelepasan energi bumi, menurut BMKG.
Fenomena ini terjadi karena energi yang sebelumnya terakumulasi di dalam lapisan bumi dilepaskan secara bertahap setelah gempa utama. Hal ini memunculkan getaran susulan yang dapat terjadi berulang dalam periode tertentu. BMKG menjelaskan bahwa kondisi tersebut merupakan proses alamiah dalam dinamika tektonik. Bumi secara perlahan menyesuaikan kembali kestabilannya setelah mengalami pergeseran atau tekanan di dalam kerak bumi. Simak selengkapnya hanya di Biang Bencana.
Terjadinya 106 Gempa Susulan Di Flores Timur
Gempa bumi mengguncang Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Rabu malam. Dampaknya masih terasa hingga beberapa hari setelah kejadian. Tercatat ada 106 gempa susulan setelah gempa utama bermagnitudo 4,7. Gempa tersebut sempat memicu kepanikan warga. Sejumlah wilayah juga mengalami kerusakan akibat guncangan tersebut.
Kondisi ini menjadi perhatian karena jumlah gempa susulan yang terjadi cukup banyak dalam waktu singkat. Warga di beberapa desa di wilayah Flores Timur bahkan masih merasakan getaran kecil yang berulang, sehingga sebagian masyarakat memilih tetap berada di luar rumah untuk menghindari risiko jika terjadi gempa susulan yang lebih kuat.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjelaskan bahwa fenomena ini merupakan bagian dari proses alamiah yang memang umum terjadi setelah gempa utama. Aktivitas gempa susulan tersebut merupakan bentuk pelepasan energi di dalam bumi yang sebelumnya telah terakumulasi.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
🔥 Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
📲 DOWNLOAD SEKARANG
Proses Terjadinya Gempa Dan Energi Bumi
Menurut penjelasan BMKG, gempa bumi terjadi akibat akumulasi energi di dalam lapisan bumi yang kemudian dilepaskan secara tiba-tiba. Energi tersebut merambat dalam bentuk getaran dari bawah permukaan hingga mencapai permukaan bumi, sehingga dapat dirasakan oleh manusia dan menyebabkan dampak kerusakan di wilayah tertentu.
Besarnya dampak gempa sangat dipengaruhi oleh jumlah energi yang dilepaskan serta jarak antara pusat gempa dengan wilayah terdampak. Semakin besar energi yang terkumpul dan semakin dekat lokasi kejadian dengan permukiman warga, maka potensi dampak yang ditimbulkan juga akan semakin besar.
Dalam kasus gempa di Flores Timur, jarak pusat gempa yang relatif dekat dengan wilayah permukiman menjadi salah satu faktor mengapa getaran cukup terasa oleh masyarakat. Hal ini juga berkontribusi terhadap tingginya jumlah gempa susulan yang terjadi setelah gempa utama.
Baca Juga: Bomberna Longsor! Korban Tambang Emas Ilegal Ditemukan, Ini Kronologinya
Gempa Susulan Sebagai Proses Alamiah
BMKG menegaskan bahwa gempa susulan merupakan fenomena alam yang wajar terjadi setelah gempa utama. Proses ini terjadi karena bumi sedang menyesuaikan kembali kondisi tektoniknya setelah pelepasan energi besar pada saat gempa awal terjadi.
Gempa susulan biasanya terjadi dalam rentang waktu tertentu hingga energi di dalam bumi benar-benar stabil. Intensitasnya bisa menurun secara bertahap, namun dalam beberapa kasus jumlahnya bisa cukup banyak, seperti yang terjadi di Flores Timur dengan lebih dari seratus kejadian susulan.
Fenomena ini tidak dapat dihentikan karena merupakan bagian dari dinamika alam. Namun, pemahaman masyarakat mengenai proses ini sangat penting agar tidak menimbulkan kepanikan berlebihan, terutama saat terjadi gempa kecil yang merupakan bagian dari rangkaian susulan.
Dampak Dan Kondisi Terkini Di Flores Timur
Gempa utama berkekuatan magnitudo 4,7 tersebut telah menimbulkan dampak yang cukup signifikan di wilayah Flores Timur. Berdasarkan data sementara, ratusan rumah dilaporkan mengalami kerusakan dengan tingkat berbeda, mulai dari ringan hingga berat, akibat guncangan yang terjadi.
Selain kerusakan bangunan, ribuan warga juga terdampak dan harus mengungsi ke lokasi yang lebih aman. Hal ini dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap kemungkinan terjadinya gempa susulan yang masih terus berlangsung pascagempa utama.
Sejumlah warga juga mengalami luka-luka akibat kejadian tersebut dan telah mendapatkan penanganan medis. Hingga saat ini, proses pemantauan masih terus dilakukan oleh pihak berwenang untuk memastikan kondisi wilayah tetap aman dan perkembangan aktivitas seismik terus diawasi secara ketat oleh BMKG.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari papua60detik.id
- Gambar Kedua dari papua60detik.id