Kasus dugaan penyimpangan dana Rp128,5 miliar di lingkungan PT BDS terus berkembang, setelah Kejari Bandung memperdalam pemeriksaan terhadap pihak vendor.

Langkah pemeriksaan lanjutan ini dilakukan untuk memperkuat konstruksi perkara yang tengah dibangun penyidik. Sejumlah saksi dari kalangan vendor dipanggil untuk dimintai keterangan tambahan, terutama terkait transaksi dan pola distribusi dana yang sedang ditelusuri dalam proses hukum yang masih berjalan. Simak selengkapnya hanya di Biang Bencana.
Dalami Aliran Dana Rp128,5 Miliar
Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Bandung kembali melanjutkan proses penyidikan terkait dugaan tindak pidana korupsi yang melibatkan PT Bandung Daya Sentosa (BDS). Fokus utama penyidik saat ini adalah menelusuri aliran dana yang nilainya mencapai Rp128,5 miliar. Dana tersebut diduga berkaitan dengan kegiatan usaha serta kerja sama sejumlah pihak dalam proyek yang tengah diusut.
Langkah lanjutan berupa pemeriksaan saksi dari kalangan vendor dilakukan untuk memperkuat alat bukti yang telah dikumpulkan sebelumnya. Sejumlah pihak yang diduga memiliki keterkaitan dengan transaksi keuangan perusahaan turut dipanggil untuk dimintai keterangan secara mendalam guna melengkapi kebutuhan penyidikan.
Pihak kejaksaan menegaskan bahwa seluruh proses ini masih berada dalam tahap pengembangan perkara. Setiap keterangan saksi akan dianalisis secara menyeluruh untuk membantu mengurai secara rinci pola pergerakan dana yang menjadi objek utama dalam penyidikan kasus tersebut.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
🔥 Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
📲 DOWNLOAD SEKARANG
Pemeriksaan Puluhan Vendor Jadi Fokus Penyidik
Kasi Intel Kejari Kabupaten Bandung, Akhmad Fakhri, menyampaikan bahwa pemeriksaan terhadap vendor dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan. Dari total 10 saksi yang dijadwalkan hadir pada pemeriksaan terakhir, delapan orang memenuhi panggilan penyidik, sementara dua lainnya dijadwalkan ulang pada agenda berikutnya.
Ia menjelaskan bahwa para saksi tersebut sebelumnya juga telah dimintai keterangan pada tahap awal penyidikan. Namun, seiring perkembangan perkara, penyidik menilai perlu adanya pendalaman kembali untuk memastikan konsistensi dan kelengkapan informasi yang telah diberikan sebelumnya.
Fokus utama pemeriksaan ini adalah menguji kembali kesesuaian keterangan para saksi dengan temuan penyidik. Hal tersebut dilakukan agar tidak ada celah informasi yang terlewat, khususnya yang berkaitan dengan dugaan aliran dana dalam jumlah besar yang sedang ditelusuri.
Baca Juga: Terungkap! Penyebab Jalan Amblas Di Gorontalo, Longsor Jadi Faktor Kunci
Penelusuran Aliran Dana Rp128,5 Miliar

Selain pemeriksaan saksi, Kejari Kabupaten Bandung juga masih melakukan penelusuran secara detail terhadap pergerakan dana senilai Rp128,5 miliar tersebut. Nilai ini menjadi salah satu fokus penting dalam upaya pengungkapan perkara yang sedang berjalan.
Penyidik belum dapat mengungkapkan secara rinci hasil penelusuran karena proses masih berlangsung dan bersifat pendalaman. Namun demikian, seluruh transaksi yang diduga terkait akan ditelusuri satu per satu untuk menemukan pola yang mengarah pada dugaan penyimpangan.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan apakah terdapat unsur tindak pidana dalam pengelolaan dana tersebut. Penyidik juga membuka kemungkinan adanya keterlibatan pihak lain di luar pihak yang sudah lebih dulu diperiksa dalam perkara ini.
Vendor Mengaku Terdampak
Salah satu perwakilan vendor, Faisal, mengungkapkan bahwa pihaknya ikut terdampak dalam kasus yang sedang disidik ini. Ia menyebut sejumlah vendor mengalami kerugian, tidak hanya secara finansial, tetapi juga dari sisi operasional akibat terhentinya kerja sama yang berjalan sebelumnya.
Menurutnya, para vendor telah menunggu kepastian hukum dalam waktu yang cukup lama, yakni sekitar satu setengah tahun. Kondisi tersebut membuat banyak pelaku usaha yang terlibat berada dalam ketidakpastian dalam menjalankan aktivitas bisnis mereka.
Faisal juga mengapresiasi langkah Kejari Kabupaten Bandung yang terus melanjutkan proses penyidikan. Ia berharap penanganan perkara ini tidak berhenti pada dua tersangka yang telah ditetapkan, melainkan dapat mengungkap seluruh pihak yang diduga memiliki keterlibatan dalam kasus tersebut.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari detik.com
- Gambar Kedua dari detik.com