Parah! Jalan rusak di Poman bikin warga harus menandu pasien sejauh 9 km ke puskesmas, kisah pilu yang bikin hati miris dan viral.
Kondisi infrastruktur yang memprihatinkan kembali menyita perhatian publik. Di tengah keterbatasan akses jalan yang rusak parah, warga di Poman terpaksa mengambil langkah darurat demi menyelamatkan nyawa seorang pasien.
Tanpa kendaraan dan fasilitas memadai, mereka harus menandu pasien sejauh 9 kilometer menuju puskesmas. Kisah pilu ini pun langsung viral dan menuai sorotan luas, sekaligus memunculkan pertanyaan besar: sampai kapan warga harus menghadapi kondisi seperti ini? tetap simak di Biang Bencana untuk informasi kelanjutan nya.
Kondisi Jalan Yang Sudah Lama Memprihatinkan
Kondisi infrastruktur di wilayah Poman kembali menjadi sorotan setelah sebuah video memperlihatkan warga menandu seorang wanita sakit sejauh 9 kilometer menuju puskesmas. Peristiwa ini terjadi karena akses jalan utama di daerah tersebut mengalami kerusakan parah.
Jalan yang seharusnya menjadi jalur mobilitas warga justru berubah menjadi lintasan yang sulit dilalui kendaraan. Lubang besar, tanah berlumpur, serta kondisi tidak rata membuat kendaraan roda empat termasuk ambulans tidak bisa masuk ke lokasi.
Akibatnya, warga yang berada dalam kondisi darurat kesehatan terpaksa harus mencari cara alternatif untuk membawa pasien agar segera mendapatkan pertolongan medis.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
🔥 Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
📲 DOWNLOAD SEKARANG
Proses Evakuasi Manual Yang Penuh Perjuangan
Evakuasi pasien dilakukan secara manual oleh warga dengan cara ditandu menggunakan alat seadanya. Proses ini tidak mudah karena jarak yang harus ditempuh mencapai sekitar 9 kilometer dengan medan yang berat.
Warga harus bergantian memikul tandu karena perjalanan yang panjang dan melelahkan. Setiap langkah dilakukan dengan sangat hati-hati agar kondisi pasien tetap stabil selama perjalanan menuju fasilitas kesehatan.
Situasi ini menunjukkan betapa sulitnya akses layanan kesehatan ketika infrastruktur dasar tidak mendukung kebutuhan masyarakat, terutama dalam kondisi darurat.
Baca Juga: Malam Mencekam Di Garut! 4 Longsor Serentak Tutup Jalur Utama, Warga Resah
Tidak Ada Pilihan Selain Gotong Royong Warga
Dalam kondisi darurat tersebut, tidak adanya akses kendaraan membuat warga tidak memiliki pilihan lain selain bergotong royong. Mereka berinisiatif menandu pasien secara bersama-sama demi menyelamatkan nyawa.
Aksi gotong royong ini menjadi bukti kuatnya solidaritas antarwarga di tengah keterbatasan fasilitas. Meski berat, mereka tetap berusaha semaksimal mungkin agar pasien bisa segera sampai ke puskesmas.
Namun di balik itu, kejadian ini juga memperlihatkan betapa besar tantangan yang harus dihadapi masyarakat akibat buruknya infrastruktur jalan.
Video Viral Dan Reaksi Masyarakat Luas
Peristiwa penanduan pasien di Poman ini kemudian viral di media sosial setelah videonya tersebar luas. Banyak warganet yang memberikan respons beragam, mulai dari rasa prihatin hingga kemarahan terhadap kondisi infrastruktur yang ada.
Sebagian besar publik menilai kejadian ini seharusnya tidak perlu terjadi jika akses jalan dalam kondisi layak dan bisa dilalui kendaraan medis. Kritik pun banyak diarahkan pada pihak terkait agar segera melakukan perbaikan.
Viralnya video ini sekaligus membuka mata banyak pihak tentang masih adanya wilayah yang kesulitan mengakses layanan dasar seperti kesehatan.
Harapan Warga Untuk Perbaikan Infrastruktur Yang Layak
Warga setempat berharap kejadian serupa tidak kembali terulang di masa mendatang. Mereka meminta adanya perhatian serius dari pemerintah untuk memperbaiki akses jalan yang sudah lama rusak.
Perbaikan infrastruktur dinilai sangat penting, bukan hanya untuk kenyamanan, tetapi juga untuk keselamatan jiwa masyarakat. Dalam kondisi darurat, akses jalan yang baik bisa menjadi penentu cepatnya penanganan medis.
Masyarakat berharap pembangunan infrastruktur di wilayah mereka dapat segera direalisasikan agar tidak ada lagi pasien yang harus ditandu sejauh itu.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari 20.detik.com
- Gambar Kedua dari detik.com