Banjir melanda OKU Timur, 7 desa terendam dan puluhan rumah warga terancam, Warga terpaksa bertahan di tengah genangan air.
Hujan deras yang mengguyur OKU Timur memicu banjir besar, merendam puluhan rumah di tujuh desa. Warga kini menghadapi kondisi darurat, berjuang menjaga harta benda dan keselamatan keluarga di tengah luapan air yang terus naik.
Biang Bencana ini menjadi peringatan akan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi ekstrem cuaca di wilayah rawan banjir.
Banjir Besar Rendam Puluhan Rumah Di OKU Timur
Banjir melanda Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur, Sumatera Selatan, setelah hujan deras mengguyur wilayah ini sejak Rabu malam hingga Kamis (8/1/2026) dini hari. Akibatnya, puluhan rumah warga di tujuh desa Kecamatan Belitang III terendam, memaksa masyarakat menghadapi situasi darurat di tengah malam.
Peristiwa ini membuat warga kewalahan, terutama karena hujan yang terus turun membuat kondisi semakin kritis. Kepala Seksi Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) OKU Timur, Budi, menjelaskan bahwa desa-desa terdampak meliputi Nusa Jaya, Nusa Tenggara, Karang Jadi, Nusa Bakti, Ringin Sari, Dadirejo, dan Sukanegara Nusa Maju.
Budi menegaskan, tim BPBD masih melakukan pendataan resmi terkait jumlah rumah dan warga yang terdampak.
Penyebab Banjir: Curah Hujan Tinggi Dan Sungai Meluap
Banjir yang terjadi tidak hanya dipicu oleh hujan lebat sepanjang malam, tetapi juga akibat meluapnya Sungai Muara Balak di Desa Nusa Jaya. Luapan sungai dilaporkan mulai terjadi sekitar pukul 03.30 WIB, sehingga warga tidak sempat menyelamatkan sebagian barang berharga karena kondisi terjadi saat mereka sedang tidur.
Ketinggian air dilaporkan mencapai 60 hingga 80 cm, cukup untuk merendam ruang tamu dan sebagian besar area rumah warga. Budi menekankan bahwa kondisi ini merupakan gabungan dari curah hujan tinggi dan terbatasnya kapasitas aliran sungai menampung volume air yang meningkat pesat.
Baca Juga: PKB Jadi Sorotan Prabowo, Begini Respons Mengejutkan Cak Imin
Dampak Banjir Bagi Warga Dan Infrastruktur
Dari sejumlah video yang beredar di media sosial, terlihat air memasuki rumah-rumah warga, merendam lantai hingga bagian dalam rumah. Beberapa warga memilih tetap bertahan di kediaman masing-masing, meski kondisi cukup berisiko.
Selain itu, kendaraan warga juga dilaporkan ikut terendam, menambah kerugian materiil akibat bencana. Kejadian yang terjadi dini hari membuat banyak warga tidak memiliki waktu untuk mengamankan barang-barang berharga atau dokumen penting.
Banjir ini menimbulkan gangguan aktivitas harian, termasuk akses transportasi dan pasokan kebutuhan pokok, sehingga penanganan cepat sangat dibutuhkan.
Penanganan Darurat Dan Koordinasi BPBD
BPBD OKU Timur terus memantau kondisi wilayah terdampak dan berkoordinasi dengan aparat desa serta kecamatan untuk langkah penanganan lanjutan. Tim juga bersiap mengantisipasi kemungkinan debit air meningkat, termasuk menyiapkan jalur evakuasi dan bantuan darurat bagi warga terdampak.
Budi menyampaikan bahwa fokus utama BPBD adalah keselamatan warga dan mitigasi kerugian akibat banjir. Aparat setempat bersama relawan terus memantau kondisi di lapangan, memastikan akses warga tetap terjaga, dan melakukan penanganan cepat terhadap titik-titik genangan paling parah.
Masyarakat diminta tetap waspada terhadap potensi hujan susulan dan melaporkan kondisi kritis agar penanganan bisa dilakukan secara cepat dan tepat. Bencana ini menjadi pengingat pentingnya kesiapsiagaan di daerah rawan banjir, terutama di musim hujan, agar warga dan pemerintah dapat mengurangi risiko dan kerugian yang lebih besar.
Jangan lewatkan update berita seputaran Biang Bencana serta berbagai informasi menarik lainnya yang akan memperluas wawasan Anda.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Utama dari detik.com
- Gambar Kedua dari okutimurpos.disway.id