Longsor di Manggarai Timur timbun 60 hektare sawah dan 4 kerbau, meninggalkan kerugian besar bagi petani setempat.
Bencana longsor melanda Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur, menimbun puluhan hektare sawah dan beberapa hewan ternak. Petani setempat kini menghadapi kerugian besar akibat material tanah yang merusak lahan pertanian dan merenggut kerbau mereka.
Peristiwa ini menjadi peringatan serius bagi masyarakat dan pemerintah daerah tentang pentingnya mitigasi bencana. Biang Bencana ini akan membahas dampak longsor, proses evakuasi, serta upaya pemerintah dan masyarakat dalam menangani kerusakan akibat bencana alam tersebut.
Longsor Manggarai Timur Timbun Lahan Dan Rumah Warga
Bencana longsor melanda Kampung Tuwa dan Kampung Pau, Desa Goreng Meni, Kecamatan Lamba Leda, Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur, Kamis (22/1/2026). Longsor ini tidak hanya menimbulkan korban jiwa tetapi juga kerugian materi yang signifikan bagi masyarakat setempat. Puluhan hektare sawah, kebun, dan empat ekor kerbau dilaporkan tertimbun material tanah, batu, dan pohon.
Empat rumah warga rusak akibat terjangan material longsor. Tiga rumah berada di Kampung Tuwa milik Kongradus Lasa, Hendrikus Nawa, dan Paulus Hasmin, sedangkan satu rumah milik Adrianus Pau di Kampung Pau. Longsor ini menyebabkan kerusakan yang cukup parah dan mengancam keselamatan warga yang tinggal di sekitar lokasi bencana.
Selain kerugian material, bencana ini menimbulkan duka bagi keluarga yang terkena dampaknya. Istri Kongradus, Albina Ria (49), meninggal dunia setelah sempat dirawat di Puskesmas Benteng Jawa. Anak laki-lakinya, Apri Nikolaus Aca yang berusia tiga tahun, masih dirawat, sementara dua anak perempuannya tertimbun material longsor.
Upaya Evakuasi Korban Dan Penanganan Kesehatan
Wakil Bupati Manggarai Timur, Tarsisius Sjukur, memimpin langsung evakuasi korban longsor. Tim SAR gabungan bersama aparat TNI, Polri, dan masyarakat setempat turut membantu mencari korban yang masih tertimbun material. Proses evakuasi cukup menantang karena material longsor berupa tanah, batu besar, dan pohon yang menutup akses menuju rumah warga.
Ratusan warga yang tinggal di kawasan terdampak mengungsi ke rumah-rumah warga yang berada di lokasi lebih aman. Evakuasi dilakukan secepat mungkin untuk mencegah risiko korban tambahan akibat potensi longsor susulan yang masih tinggi.
Dinas Kesehatan Manggarai Timur membuka posko kesehatan di Pustu Goreng Meni untuk memberikan layanan medis bagi korban terdampak. Posko ini dilengkapi tenaga kesehatan, obat-obatan, serta fasilitas untuk menangani luka ringan dan kondisi medis darurat.
Baca Juga: Palangka Raya Terbakar! 50,8 Hektare Lahan Hangus Januari 2026
Bantuan Logistik Dan Dukungan Pemerintah
Selain penanganan medis, pemerintah daerah melalui Dinas Sosial menyalurkan bantuan logistik bagi korban. Bantuan yang diberikan antara lain 750 kilogram beras, makanan siap saji, terpal, air minum kemasan, dan peralatan tidur. Distribusi bantuan ini bertujuan agar warga yang mengungsi tetap dapat menjalani aktivitas sehari-hari dengan layak.
Tarsisius menekankan bahwa bantuan logistik dan kesehatan merupakan langkah awal untuk meringankan beban masyarakat pascabencana. Selain itu, pemerintah daerah juga berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk memastikan proses pemulihan berjalan efektif dan tepat sasaran.
Langkah cepat pemerintah daerah ini diharapkan dapat meminimalisir dampak jangka panjang bagi warga terdampak dan membantu mereka segera kembali menjalani kehidupan normal.
Dampak Jangka Panjang Dan Upaya Pemulihan
Longsor yang menimbun 60 hektare sawah dan empat kerbau tentu menimbulkan kerugian ekonomi yang cukup besar bagi petani dan warga terdampak. Selain kehilangan rumah, warga juga harus menghadapi tantangan pemulihan lahan pertanian yang rusak dan ternak yang hilang.
Pemerintah daerah telah menyiapkan rencana rehabilitasi pascabencana, termasuk pemulihan lahan pertanian dan bantuan sosial bagi warga terdampak. Upaya ini diharapkan dapat mempercepat pemulihan ekonomi dan sosial masyarakat.
Selain itu, kejadian ini menjadi peringatan bagi masyarakat dan pemerintah terkait pentingnya mitigasi bencana. Edukasi mitigasi dan kesiapsiagaan harus terus ditingkatkan agar dampak bencana serupa di masa depan dapat diminimalkan.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari
- Gambar Kedua dari metrotvnews.com