Warga bantaran Sungai Cibeet, Karawang, khawatir longsor. Turap permanen BBWS Citarum hingga kini belum terealisasi.
Ancaman longsor terus membayangi warga yang tinggal di bantaran Sungai Cibeet, Karawang. Pembangunan turap permanen oleh BBWS Citarum yang dijanjikan belum juga terealisasi, meninggalkan kekhawatiran bagi masyarakat.
Tetap simak di Biang Bencana bagaimana pemerintah menanggapi dan kapan solusi akan hadir menjadi pertanyaan besar bagi warga terdampak.
Warga Bantaran Sungai Cibeet Terancam Longsor
Karyadi (55) duduk termenung di atas dipan di depan rumahnya, Kamis (12/2/2026), menatap kondisi rumahnya yang tergerus longsor. Dapur rumahnya di Bantaran Sungai Cibeet, Dusun Leuwisisir, Desa Telukjambe Barat, Karawang, Jawa Barat, baru-baru ini ambruk akibat banjir.
Bagian dapur di belakang rumah Karyadi roboh saat banjir melanda beberapa waktu lalu. Ia menceritakan bahwa longsor terjadi dini hari sekitar jam 3 subuh, menimbulkan suara keras sebelum dapurnya runtuh.
Bersama keluarga, Karyadi telah menempati rumah tersebut selama sepuluh tahun. Saat kondisi sungai memburuk, ia terpaksa mengungsi sementara. Karyadi berharap turap permanen segera dibangun agar kejadian serupa tidak terulang.
Kondisi Akses Jalan Dan Infrastruktur Desa
Tidak hanya rumah, akses jalan utama di Dusun Mujiah RT 1 RW 1 dan Dusun Leuwisisir RT 2 RW 2 juga terancam putus. Aliran Sungai Cibeet yang deras semakin mengikis tepi jalan, membuat mobilitas warga menjadi terhambat.
Anggota Satgas BPBD Karawang, Kaming, menyampaikan ada dua rumah di Leuwisisir yang kini berisiko roboh. Upaya warga membangun turap manual menggunakan dana desa selalu terbawa arus saat hujan deras melanda.
Jarak rumah warga ke bibir sungai kini tinggal sekitar 30 meter. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran tinggi karena arus sungai sangat deras saat banjir, berpotensi menimbulkan korban jiwa jika tidak segera ditangani.
Baca Juga: BRIN Ungkap Penyebab Tanah Gerak di Tegal, Sebut Ada Bekas Longsoran Purba
Upaya Desa Mengajukan Turap Permanen
Sejak 2012, longsor sudah menjadi masalah serius di dua dusun ini. Pada 2015, pemerintah desa pernah mengajukan pembangunan turap permanen ke Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum, namun hingga kini belum terealisasi.
Tahun ini, permohonan pembangunan turap kembali diajukan. Desa berharap agar pemerintah pusat melalui BBWS Citarum segera menindaklanjuti permohonan tersebut, mengingat potensi kerusakan semakin besar setiap musim hujan tiba.
Masyarakat sendiri sudah berupaya membangun turap sementara menggunakan dana desa, namun efektivitasnya sangat terbatas. Kondisi ini membuat warga semakin khawatir terhadap keselamatan mereka.
Rumah Dan Warga Yang Terancam
Sekretaris Desa Mekarmulya, Yusuf Tonjiri, menyampaikan kondisi di Dusun Mujiah. Terdapat 258 kepala keluarga dengan 208 rumah dan sekitar 715 jiwa yang berisiko terdampak jika longsor menyebabkan akses jalan terputus.
Akses jalan di dusun tersebut mulai retak di kedua sisi dan berpotensi ambles. Titik rawan longsor diperkirakan sepanjang 100 meter, sama seperti di Leuwisisir. Jika tidak ada tindakan cepat, dampak longsor akan sangat luas dan mengganggu kehidupan sehari-hari warga.
Pemerintah desa telah lama mengajukan permohonan penanganan ke BBWS Citarum, namun hingga kini belum ada tindak lanjut yang konkret. Kekhawatiran warga semakin meningkat menjelang musim hujan berikutnya.
Harapan Warga Untuk Penanganan Permanen
Karyadi dan warga setempat berharap pembangunan turap permanen dapat segera direalisasikan. Mereka ingin ada jaminan keamanan agar rumah dan jalan yang menjadi sumber penghidupan tidak terus terancam longsor.
Selain itu, penyelesaian permanen diharapkan mampu mencegah kerugian lebih besar. Turap permanen menjadi solusi yang dapat menahan erosi sungai, menjaga infrastruktur desa, dan melindungi masyarakat dari risiko bencana.
Desa terus mengawal permohonan ke BBWS Citarum agar pembangunan turap permanen menjadi prioritas. Warga berharap ancaman longsor tidak lagi menghantui kehidupan mereka, dan akses jalan serta rumah dapat aman dari bencana.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari bandung.kompas.com
- Gambar Kedua dari news.detik.com