Flores Timur dilanda kepanikan setelah gempa mengguncang, Pemkab tetapkan status darurat, Warga diimbau tetap waspada dan siaga!
Gempa mengguncang Flores Timur, menimbulkan kepanikan di kalangan warga. Pemkab segera menetapkan status tanggap darurat untuk menangani dampak. Masyarakat diimbau menjaga keselamatan, memantau informasi resmi, dan bersiap menghadapi situasi darurat.
Simak langkah-langkah tanggap darurat yang telah disiapkan pemerintah daerah hanya di Biang Bencana.
Tanggap Darurat Pascagempa Flores Timur
Pemerintah Kabupaten Flores Timur menetapkan status tanggap darurat gempa bumi selama tujuh hari setelah wilayah itu diguncang gempa. Penetapan status ini dimaksudkan untuk mempercepat penanganan dampak gempa dan memastikan bantuan bisa didistribusikan secara optimal kepada warga terdampak.
Bupati Flores Timur, Anton Doni Dihen, menyatakan bahwa langkah ini mencakup pendirian pos komando serta dapur umum untuk kebutuhan warga. Pemantauan intensif terus dilakukan di berbagai wilayah, termasuk Kecamatan Solor Timur yang ikut merasakan guncangan.
BPBD Flores Timur langsung melakukan asesmen lapangan setelah gempa terjadi pada pukul 00.30 WITA dan meneruskan distribusi logistik darurat kepada warga korban gempa. Tim tanggap darurat dikerahkan segera untuk merespons kebutuhan mendesak.
Penetapan tanggap darurat ini juga berkaitan dengan situasi cuaca ekstrem dan banjir lahar yang sebelumnya sudah ditetapkan sebagai tanggap darurat hingga 30 April 2026. Koordinasi lintas sektor dilakukan untuk menangani bencana yang bertumpuk ini.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
🔥 Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
📲 DOWNLOAD SEKARANG
Dampak Gempa Terhadap Infrastruktur
Gempa bumi berkekuatan magnitudo 4,7 terjadi di Flores Timur pada 9 April 2026, menyebabkan kerusakan pada sejumlah rumah di Pulau Adonara. BPBD mencatat rumah rusak ringan hingga berat mencapai puluhan unit.
Sebanyak 79 rumah rusak akibat getaran tersebut, dengan Desa Terong dan Desa Lamahala menjadi wilayah yang paling parah terdampak hingga pagi hari setelah kejadian. Pendataan terus dilakukan untuk memperbarui jumlah kerusakan.
Bupati Anton Doni Dihen menyatakan pemerintah telah menyiapkan kebutuhan darurat seperti tenda dan terpal bagi warga yang rumahnya rusak. Langkah ini ditempuh sembari menunggu koordinasi bantuan lain dari berbagai instansi.
BMKG melaporkan episenter gempa berada sekitar 21 kilometer tenggara Larantuka dengan kedalaman 5 kilometer, memberikan gambaran kuat mengenai asal gempa yang mengguncang kawasan tersebut.
Baca Juga: Bomberna Longsor! Korban Tambang Emas Ilegal Ditemukan, Ini Kronologinya
Distribusi Logistik Penanganan Korban
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Flores Timur mulai mendistribusikan logistik darurat kepada warga yang terdampak gempa di Pulau Adonara. Bantuan ini mencakup tenda, terpal, dan kasur untuk kebutuhan sementara korban.
Sekretaris BPBD, Aris Tokan, mengatakan penyaluran logistik dilakukan sembari menunggu penanganan lebih lanjut. Distribusi dibagi secara bertahap agar semua warga yang membutuhkan mendapatkan bantuan.
Hingga pagi hari setelah gempa, gempa susulan masih terus dirasakan warga. Banyak warga memilih bertahan di luar rumah karena takut terjadi gempa kuat berikutnya.
BPBD bersama pemerintah desa masih berkoordinasi untuk memutuskan bentuk posko darurat, apakah mendirikan tenda pengungsian atau menggunakan fasilitas desa sebagai tempat penampungan sementara.
Aktivitas Gempa Susulan Di Sekitar Flotim
BMKG mencatat bahwa gempa besar yang terjadi di awal April 2026 disusul oleh aktivitas susulan yang terus terjadi hingga pagi berikutnya. Ratusan getaran kecil dirasakan warga di wilayah terdampak.
Laporan resmi menunjukkan setidaknya 48 kali gempa susulan terjadi hingga pagi setelah gempa utama. Getaran tersebut menjadi perhatian warga yang masih berada di luar rumah.
BMKG menyebut gempa yang besar disebabkan oleh aktivitas sesar aktif di wilayah itu, sehingga potensi susulan masih tetap tinggi dalam beberapa hari ke depan.
Meskipun belum ada laporan korban jiwa, gempa berulang ini menyebabkan kerusakan bangunan terutama di Kecamatan Adonara Timur, termasuk beberapa rumah warga di Desa Terong.
Kesiapsiagaan Pemerintah Dan Warga
Pemerintah Kabupaten Flores Timur mengimbau warga tetap waspada dan mengikuti informasi resmi dari BMKG serta otoritas terkait.
Warga diingatkan agar tidak melakukan tindakan berisiko, seperti kembali ke rumah rusak tanpa pemeriksaan struktur yang aman.
Pemerintah terus memantau situasi dan memberikan penyuluhan tentang sikap aman serta langkah tanggap darurat saat gempa.
Kesiapsiagaan penting karena gempa dan cuaca ekstrem masih melanda Flores Timur, sehingga koordinasi antarinstansi sangat diperlukan.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari www.metrotvnews.com
- Gambar Kedua dari www.metrotvnews.com