Akses Utama Jalinsum Dairi Terputus Akibat Longsor Besar yang Menutup Seluruh Badan Jalan Secara Tiba-Tiba.
Kondisi tersebut membuat kendaraan dari kedua arah terhenti dan menumpuk di sekitar lokasi kejadian. Petugas segera turun ke lapangan untuk melakukan penanganan darurat sekaligus mengatur arus lalu lintas, sambil menunggu alat berat dikerahkan guna membersihkan material longsor agar akses jalan bisa kembali dibuka. Simak selengkapnya hanya di Biang Bencana.
Jalinsum Dairi Sempat Lumpuh Akibat Longsor
Peristiwa ini membuat arus lalu lintas di jalur utama penghubung antarwilayah tersebut terhenti total untuk sementara waktu. Akibatnya, kendaraan tidak dapat melintas selama beberapa jam hingga kondisi di lokasi mulai ditangani oleh petugas di lapangan.
Longsor terjadi di Desa Parbuluan V, Kecamatan Parbuluan, tepatnya di ruas jalan yang menjadi jalur vital penghubung antara Sidikalang dan Dolok Sanggul. Material tanah, batu, dan lumpur dari tebing sekitar langsung menutup seluruh badan jalan, menyebabkan kendaraan roda empat hingga kendaraan berat tidak dapat melanjutkan perjalanan. Kondisi ini sontak membuat jalur yang biasanya ramai dilalui kendaraan menjadi lumpuh.
Warga dan para pengguna jalan yang sedang melintas di lokasi sempat terkejut dengan kejadian tersebut. Tanpa tanda-tanda awal yang jelas, longsor langsung menutup akses jalan utama, menciptakan kepanikan ringan di sekitar lokasi karena kendaraan tertahan dan antre panjang di kedua arah.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
🔥 Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
📲 DOWNLOAD SEKARANG
Aparat Dan Alat Berat Dikerahkan Ke Lokasi
Pihak kepolisian Polres Dairi membenarkan adanya peristiwa longsor yang sempat mengganggu kelancaran Jalinsum tersebut. Begitu laporan diterima, petugas langsung bergerak cepat menuju lokasi untuk melakukan pengamanan area serta mengatur arus lalu lintas agar tidak terjadi kemacetan berkepanjangan.
Tidak berselang lama, alat berat dikerahkan ke titik longsor untuk mempercepat proses pembersihan material yang menutupi badan jalan. Proses evakuasi dilakukan secara hati-hati mengingat kondisi tanah di sekitar lokasi masih labil dan berpotensi terjadi longsor susulan, terutama jika hujan kembali turun.
Petugas di lapangan juga melakukan koordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan keamanan pengguna jalan. Selain itu, mereka juga mengimbau kendaraan yang terjebak di sekitar lokasi untuk menunggu hingga proses pembersihan selesai demi menghindari risiko kecelakaan.
Baca Juga: Terungkap! Penyebab Jalan Amblas Di Gorontalo, Longsor Jadi Faktor Kunci
Jalur Kembali Normal Setelah Proses Pembersihan
Setelah beberapa waktu dilakukan pembersihan intensif, material longsor akhirnya berhasil disingkirkan dari badan jalan. Alat berat bekerja secara bertahap mengangkat tanah dan batu yang menutup akses, hingga akhirnya Jalinsum kembali bisa dilalui kendaraan secara perlahan.
Kendaraan roda empat hingga kendaraan besar mulai diperbolehkan melintas setelah petugas memastikan kondisi jalan sudah cukup aman. Meski sempat terjadi antrean panjang akibat penumpukan kendaraan, arus lalu lintas perlahan kembali normal setelah jalur utama kembali terbuka.
Petugas tetap disiagakan di sekitar lokasi untuk memantau kondisi jalan dan mengantisipasi kemungkinan terjadinya longsor susulan. Pengawasan ini dilakukan karena wilayah tersebut memang dikenal memiliki kontur tanah yang rawan longsor, terutama saat curah hujan meningkat.
Waspada Potensi Longsor Susulan Di Jalur Rawan
Peristiwa longsor di Jalinsum Dairi ini menjadi pengingat bahwa sejumlah titik di wilayah tersebut masih tergolong rawan bencana alam, khususnya longsor. Kondisi geografis yang berbukit dan curah hujan tinggi membuat potensi terjadinya pergerakan tanah masih cukup besar.
Pemerintah daerah bersama aparat terkait diharapkan terus melakukan pemantauan berkala terhadap titik-titik rawan longsor. Terutama di jalur utama yang menjadi akses penting bagi masyarakat. Langkah ini penting untuk mencegah kejadian serupa dan menjaga kelancaran arus transportasi. Langkah antisipasi seperti pemasangan rambu peringatan dan perbaikan struktur tebing juga dinilai penting untuk mengurangi risiko kejadian serupa.
Masyarakat dan pengguna jalan pun diimbau untuk selalu waspada saat melintasi kawasan perbukitan, terutama pada musim hujan. “Dengan kewaspadaan dan kesiapsiagaan bersama, risiko kecelakaan maupun terjebak bencana bisa diminimalkan. Aktivitas transportasi di Jalinsum Dairi pun diharapkan tetap aman dan lancar ke depannya.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari detik.com
- Gambar Kedua dari detik.com