Banjir melanda Sarolangun, Jambi, setelah hujan deras menyebabkan ratusan rumah warga terendam air di sejumlah kecamatan.
Kondisi tersebut mengakibatkan ratusan rumah warga terendam air dengan ketinggian yang bervariasi di berbagai titik terdampak. Warga pun terpaksa bersiap mengungsi ke lokasi yang lebih aman, sementara pemerintah daerah dan BPBD terus melakukan pemantauan serta penanganan di lapangan. Simak selengkapnya hanya di Biang Bencana.
Hujan Deras Picu Luapan Sungai Di Sarolangun
Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Sarolangun, Provinsi Jambi sejak Sabtu (25/4) petang hingga Minggu (26/4) dini hari menyebabkan sejumlah sungai besar di daerah tersebut meluap. Kondisi ini memicu banjir yang merendam permukiman warga di beberapa kecamatan, terutama akibat meluapnya Sungai Batang Asai dan Sungai Batang Tembesi.
Peristiwa banjir mulai terjadi pada Sabtu malam sekitar pukul 22.00 WIB dan mencapai puncaknya pada Minggu dini hari sekitar pukul 00.30 WIB. Air sungai yang meningkat dengan cepat membuat warga tidak sempat menyelamatkan seluruh barang berharga mereka. Sebagian warga terpaksa meninggalkan rumah untuk menghindari risiko yang lebih besar.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sarolangun langsung turun ke lapangan untuk melakukan pendataan awal. Pihak BPBD menyebutkan bahwa sejumlah desa di Kecamatan Batang Asai, Cermin Nang Gedang, dan Bathin VIII terdampak cukup parah akibat bencana banjir ini.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
🔥 Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
📲 DOWNLOAD SEKARANG
Ratusan Rumah Warga Terendam Dan Warga Mengungsi
Dampak banjir menyebabkan ratusan rumah warga terendam air dengan ketinggian yang bervariasi di beberapa titik. Di Desa Pekan Gedang saja, tercatat dua rumah hanyut terbawa arus, dua rumah mengalami rusak berat, dan tiga rumah lainnya rusak ringan. Selain itu, sekitar 93 kepala keluarga (KK) terdampak langsung akibat kejadian ini.
Di Desa Pulau Salak Baru, sedikitnya 12 rumah terendam banjir. Di Desa Paniban, sekitar 30 rumah juga ikut terdampak. Desa Batu Empang mencatat 19 bangunan terendam air. Sementara itu, Desa Muara Pemuat terdapat 14 rumah yang terendam. Di Desa Simpang Narso, tujuh rumah juga ikut terendam banjir.
Kondisi ini membuat sebagian warga terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman. BPBD menyebutkan bahwa proses evakuasi dilakukan secara mandiri di beberapa lokasi karena akses jalan masih terhambat oleh genangan air yang cukup tinggi.
Baca Juga: Malam Mencekam Di Garut! 4 Longsor Serentak Tutup Jalur Utama, Warga Resah
Infrastruktur Rusak Dan Akses Terganggu
Selain merendam permukiman warga, banjir juga menyebabkan kerusakan infrastruktur di beberapa titik. Salah satu dampak paling signifikan adalah robohnya sebuah jembatan penghubung antar-dusun di Desa Bukit Berantai, Kecamatan Batang Asai, akibat derasnya arus sungai yang meluap.
Kerusakan jembatan tersebut membuat akses transportasi warga terganggu, sehingga mobilitas antarwilayah menjadi terhambat. Kondisi ini semakin memperumit proses evakuasi dan distribusi bantuan ke wilayah terdampak banjir yang masih terisolasi.
Pemerintah daerah bersama BPBD dan pihak terkait saat ini terus melakukan koordinasi untuk membuka akses darurat serta memastikan bantuan dapat segera disalurkan ke warga yang terdampak. Upaya ini dilakukan untuk mencegah dampak lanjutan akibat terputusnya akses jalan utama.
Upaya Penanganan Dan Imbauan Waspada
BPBD Sarolangun bersama tim gabungan dari berbagai instansi kini masih melakukan pendataan lanjutan terhadap jumlah korban dan kerugian akibat banjir. Tim SAR juga telah dikerahkan menuju lokasi untuk membantu proses evakuasi warga di wilayah yang masih tergenang air.
Sementara itu, pihak pemerintah daerah mengimbau masyarakat yang tinggal di sekitar bantaran sungai untuk tetap waspada terhadap potensi banjir susulan. Mengingat kondisi cuaca yang masih tidak stabil, risiko naiknya debit air sungai masih bisa terjadi dalam beberapa waktu ke depan.
Warga juga diminta untuk segera mengungsi apabila kondisi air kembali meningkat. Pemerintah memastikan bahwa bantuan darurat akan terus disalurkan secara bertahap, termasuk kebutuhan logistik dan tempat penampungan sementara bagi warga terdampak banjir di Sarolangun.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari regional.kompas.com
- Gambar Kedua dari regional.kompas.com