Air Sungai Pakis Malang naik drastis hingga rendam puluhan rumah warga panik, aktivitas lumpuh, dan evakuasi dilakukan.
Suasana mencekam menyelimuti wilayah sekitar Sungai Pakis di Malang ketika debit air tiba-tiba meningkat tajam dan meluap ke permukiman warga. Puluhan rumah terendam, warga bergegas menyelamatkan barang berharga, sementara aparat dan relawan bergerak cepat melakukan evakuasi. Peristiwa ini memicu kepanikan sekaligus kekhawatiran akan potensi banjir susulan. Biang Bencana akan mengungkap kronologi kejadian sebenarnya, simak dan ikuti berita terbaru ini!
Hujan Deras Picu Luapan Sungai Di Pakis
Hujan dengan intensitas tinggi mengguyur Kecamatan Pakis Kabupaten Malang sejak Sabtu sore 28 Februari 2026. Curah hujan yang berlangsung berjam-jam memicu peningkatan debit air sungai secara signifikan. Luapan terjadi di sungai perbatasan Desa Saptorenggo dan Desa Mangliawan. Air yang melimpas kemudian mengalir deras ke kawasan permukiman warga.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 19.19 WIB, saat sebagian warga tengah beraktivitas di dalam rumah. Genangan datang cepat dan mengejutkan masyarakat sekitar. Laporan awal diterima Pusdalops BPBD Kabupaten Malang sekitar pukul 19.10 WIB. Informasi disampaikan warga dan Poslap Tumpang yang memantau kondisi lapangan.
Sungai Tak Mampu Tampung Debit Air
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang Sadono Irawan, menjelaskan hujan turun sejak pukul 17.30 WIB. Intensitasnya cukup tinggi dan berlangsung hingga sekitar pukul 20.00 WIB. Debit air sungai yang melintasi dua desa tersebut meningkat drastis. Daya tampung aliran air tidak lagi memadai sehingga terjadi luapan ke permukiman.
Kondisi geografis di sekitar bantaran sungai turut mempercepat penyebaran genangan. Air dengan cepat masuk ke halaman hingga ke dalam rumah warga. Fenomena ini menunjukkan kerentanan wilayah terhadap curah hujan ekstrem. Sistem drainase dan kapasitas sungai menjadi faktor penting dalam mencegah banjir berulang.
Baca Juga: Sidang Vonis Kasus Migor Marcella Santoso Mundur, Jadwal Baru 3 Maret
Dampak Di Desa Saptorenggo
Di Desa Saptorenggo genangan tercatat merendam rumah warga di RT06/RW06. Sedikitnya tujuh kepala keluarga terdampak akibat luapan air tersebut. Total ada 18 jiwa yang harus menghadapi kondisi rumah tergenang. Mereka berasal dari beberapa keluarga yang tinggal di kawasan terdekat dengan aliran sungai.
Air masuk ke dalam rumah dengan ketinggian bervariasi. Sejumlah warga berupaya menyelamatkan perabot dan barang berharga ke tempat yang lebih tinggi. Meski genangan tidak berlangsung terlalu lama, dampaknya cukup terasa. Lantai rumah berlumpur dan aktivitas keluarga terganggu sepanjang malam.
Mangliawan Jadi Wilayah Terparah
Di Desa Mangliawan, dampak banjir lebih meluas dan tersebar di sejumlah rukun tetangga. Beberapa titik mengalami genangan dengan jumlah rumah terdampak cukup banyak. RT03/RW06 mencatat tiga kepala keluarga terdampak dengan total 12 jiwa. Sementara di RT04/RW06, sedikitnya 10 rumah warga turut terendam.
Genangan juga terjadi di RT02/RW06 sebanyak empat rumah serta dua rumah di RT01/RW05. Air mengalir dari bantaran sungai menuju jalan kampung dan pekarangan warga. Wilayah paling parah berada di RT06/RW04 dengan 35 rumah terdampak. Pendataan kerusakan dan kebutuhan mendesak masih terus dilakukan oleh petugas.
Penanganan Dan Kesiapsiagaan Petugas
BPBD Kabupaten Malang bersama unsur Muspika Kecamatan Pakis langsung turun tangan. Aparat desa, relawan, dan PMI Kabupaten Malang turut membantu penanganan. Koordinasi dilakukan segera setelah laporan diterima. Informasi diteruskan kepada pimpinan untuk langkah tindak lanjut dan pengerahan personel.
Pembersihan sisa lumpur dan material banjir dijadwalkan dilakukan keesokan paginya. Petugas memastikan warga mendapatkan bantuan sesuai kebutuhan di lapangan. Hingga Minggu dini hari, hujan ringan masih turun di wilayah Malang. Aparat tetap bersiaga mengantisipasi kemungkinan genangan susulan jika curah hujan kembali meningkat.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari www.google.com
- Gambar Kedua dari www.google.com