Kampar dilanda bencana ganda: gambut terbakar selama 6 hari dan badai tumbangkan pohon, memicu kerusakan dan kepanikan warga.
Kampar kini menghadapi situasi darurat akibat bencana ganda. Gambut terbakar selama enam hari berturut-turut, sementara badai hebat merobohkan pohon di berbagai wilayah. Kondisi ini menimbulkan kepanikan dan mengancam keselamatan warga serta infrastruktur lokal.
Warga setempat dan pihak berwenang bekerja keras untuk memadamkan api, mengevakuasi warga terdampak, dan menanggulangi dampak badai yang merusak rumah serta fasilitas umum. Berikut kronologi hanya ada di Biang Bencana dan upaya penanganan bencana ganda di Kampar.
Kebakaran Gambut Di Rimbo Panjang
Kabupaten Kampar, Riau, tengah dilanda bencana ganda berupa kebakaran lahan gambut dan cuaca ekstrem. Sampai Sabtu petang, lahan gambut di Rimbo Panjang, Kecamatan Tambang dilaporkan telah membara selama enam hari berturut‑turut. Api merembet tidak hanya di permukaan, tetapi juga ke bawah permukaan tanah gambut (ground fire), membuat pemadaman lebih sulit.
Tim gabungan dari BPBD Kampar, BPBD Provinsi Riau, dan Dinas Damkar Provinsi bekerja keras memutus jalur api di tengah keterbatasan sumber air di lokasi. Kepala Pusdalops‑PB BPBD Kampar, Adi Candra Lukita, menyatakan api masih aktif di bawah tanah saat laporan masuk.
Diperkirakan luas lahan yang hangus mencapai sekitar dua hektare, meski pemadaman masih terus dilakukan. Hingga kini penyebab kebakaran lahan semak belukar itu belum diketahui dan masih dalam penyelidikan aparat kepolisian.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
🔥 Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
📲 DOWNLOAD SEKARANG
Dampak Badai Dan Angin Kencang
Tidak jauh dari lokasi kebakaran, cuaca berubah drastis di beberapa wilayah Kampar. Hujan dengan intensitas tinggi disertai angin kencang mengguyur Desa Muara Uwai, Kecamatan Bangkinang.
Akibat angin kencang, pohon besar tumbang dan menutup total akses jalan di wilayah tersebut. Kondisi ini sempat membuat kendaraan roda dua dan empat terjebak macet sebelum tim gabungan melakukan evakuasi.
Evakuasi pohon tumbang dibantu warga setempat dan Satgas TRC BPBD Kampar dengan menggunakan mesin potong (chainsaw), sehingga akses jalan akhirnya bisa kembali normal. Namun kerusakan akibat badai tetap menjadi ancaman yang harus diwaspadai warga.
Baca Juga: Alarm Bahaya! BMKG Ingatkan Potensi Banjir dan Longsor di Maluku Utara Akibat Hujan Lebat
Tantangan Pemadaman Dan Keterbatasan Sumber Air
Upaya pemadaman di Rimbo Panjang mendapat tantangan besar karena keterbatasan sumber air di sekitar lokasi kebakaran. Api yang telah merangsek ke bawah tanah membuat tim pemadam kesulitan menjangkau setiap titik panas.
BPBD Kampar, bersama BPBD Riau dan Dinas Damkar, terus berupaya memutus jalur api, termasuk area yang sulit dijangkau. Sumber air yang sedikit memaksa mereka mengerahkan strategi khusus agar api tidak semakin meluas.
Meski begitu, risiko kebakaran gambut tetap tinggi karena tanah gambut memiliki kadar organik yang mudah terbakar, terutama pada musim kemarau atau kondisi cuaca ekstrem yang sedang terjadi di wilayah tersebut.
Status Siaga Penuh Dan Imbauan Masyarakat
BPBD Kampar kini menetapkan status siaga penuh untuk menghadapi potensi cuaca ekstrem dan kebakaran lanjutan di sejumlah titik. Situasi ini dinilai fluktuatif, di mana satu sisi masih terjadi kebakaran lahan, sementara sisi lain ada ancaman badai dan angin kencang.
Pihak BPBD mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap kondisi cuaca yang bisa berubah kapan saja. Warga diharapkan cekatan memperhatikan tanda‑tanda hujan deras disertai angin kencang, serta melaporkan kejadian yang membahayakan.
Imbauan ini juga mencakup potensi petir dan hujan deras, yang dapat memperburuk situasi kebakaran atau menyebabkan pohon tumbang di lokasi lain yang rentan. Warga diminta menghindari area yang berisiko tinggi.
Waspada Bencana Hidrometeorologi
Bencana ganda yang melanda Kampar merupakan bagian dari fenomena hidrometeorologi yang kompleks, di mana cuaca ekstrem dan kondisi lahan gambut sensitif saling berpotongan. Fenomena ini menunjukkan pentingnya kesiapsiagaan dari berbagai pihak.
Kebakaran gambut dalam beberapa tahun terakhir sering kali menjadi masalah serius di Riau, karena dampaknya tidak hanya pada lingkungan, tetapi juga kualitas udara dan kesehatan masyarakat. Sementara badai dan angin kencang dapat menambah risiko kerusakan infrastruktur.
Dengan kesiapsiagaan yang baik, kolaborasi pemerintah dan masyarakat, serta respons cepat terhadap laporan bencana, dampak yang lebih besar diharapkan dapat diminimalkan. Tetap waspada menjadi kunci dalam menghadapi bencana ganda seperti ini.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari detik.com
- Gambar Kedua dari cakaplah.com