Hujan lebat disertai angin kencang melanda Pasuruan, menyebabkan puluhan rumah rusak dan warga panik akibat cuaca ekstrem.
Pasuruan diterjang hujan lebat dan angin kencang, memicu kerusakan di puluhan rumah serta fasilitas umum. Warga setempat dibuat panik karena atap rumah banyak yang rusak dan pohon tumbang menutupi jalan.
Kejadian ini menjadi peringatan penting soal cuaca ekstrem yang bisa terjadi kapan saja. Berikut rincian dampak dan kondisi terkini di sejumlah wilayah terdampak Pasuruan hanya ada di Biang Bencana.
Hujan Lebat Dan Angin Kencang Melanda Pasuruan
Rabu (17/3/2026) hujan lebat yang disertai angin kencang mengguyur wilayah Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur. Curah hujan yang tinggi dalam waktu singkat memicu berbagai bencana hidrometeorologi seperti banjir dan longsor di sejumlah titik.
Intensitas hujan yang tinggi berlangsung sekitar satu jam dan diikuti angin kuat yang memperparah kondisi lapangan. Cuaca ekstrem ini menjadi salah satu faktor utama munculnya kerusakan infrastruktur serta fasilitas publik.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pasuruan mencatat bahwa sejumlah lokasi terdampak banjir bandang, serta tanah longsor yang merusak infrastruktur penting di wilayah tersebut.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
🔥 Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
📲 DOWNLOAD SEKARANG
Dampak Banjir Dan Longsor Di Infrastruktur
Hujan deras juga memicu longsor di Kelurahan Pecalukan, Kecamatan Prigen, yang menyebabkan Tembok Penahan Tanah (TPT) sepanjang sekitar 15 meter mengalami kerusakan parah. TPT yang longsor ini berukuran lebar 1,5 meter dan kedalaman 10–15 meter.
Kerusakan TPT berpotensi mengancam keselamatan pengguna jalan sekitar karena struktur tanah menjadi tidak stabil. Selain itu, tanah longsor juga menghambat akses transportasi di beberapa titik.
BPBD Pasuruan telah melakukan penanganan awal dengan koordinasi bersama dinas terkait agar kerusakan ini cepat ditangani dan tidak berkembang menjadi risiko lebih besar.
Baca Juga: Mencekam! Pesisir Indonesia Terancam, Pembangunan Mengabaikan Batas Daya Dukung Alam
Kerusakan Rumah Dan Tempat Wisata
Kerusakan juga dilaporkan di Kelurahan Jogosari, Kecamatan Pandaan, di mana beberapa rumah warga terdampak langsung banjir. Banyak dapur atau halaman rumah tergenang air akibat aliran sungai yang meluap.
Cuaca ekstrem juga merusak fasilitas di objek wisata Lembah Pandawa yang berada di Pandaan, karena air sungai yang meluap menggerus area sekitar, termasuk jalan setapak dan bangunan pendukung wisata.
Kondisi ini memaksa pengelola melakukan penutupan sementara sambil menunggu proses pembersihan dan perbaikan oleh tim terkait.
Respons BPBD Dan Koordinasi Penanganan
Setelah banjir surut, BPBD Pasuruan langsung menyalurkan bantuan darurat kepada warga terdampak banjir di beberapa lokasi terdalam. Bantuan tersebut mencakup makanan siap saji, air minum, serta kebutuhan dasar lainnya.
Selain bantuan darurat, pihak BPBD juga mengkoordinasikan perbaikan infrastruktur bersama dinas pekerjaan umum dan instansi terkait. Hal ini penting untuk mencegah gangguan lalu lintas dan mengembalikan fungsi fasilitas umum secara cepat.
Tim evakuasi juga dibantu oleh relawan dan masyarakat setempat untuk membersihkan material longsor dan sisa genangan agar akses jalan dapat dibuka kembali.
Tantangan Menghadapi Cuaca Ekstrem
Peristiwa ini menjadi pengingat penting bahwa cuaca ekstrem bisa terjadi kapan saja, terutama di musim hujan yang intens. Hujan deras yang disertai angin kencang seringkali memicu bencana sekunder seperti banjir serta longsor.
BPBD menyerukan kepada masyarakat untuk terus meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi cuaca buruk, serta segera melapor jika ada ancaman pohon tumbang atau aliran sungai yang mencurigakan.
Persiapan lebih dini seperti gotong royong membersihkan drainase serta memantau informasi BMKG juga menjadi langkah penting dalam mengantisipasi bencana serupa di masa mendatang.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari detik.com
- Gambar Kedua dari detik.com