Sumber Informasi Gambar:
Polres Kuansing membakar 12 rakit PETI di Sungai Tanalo, menegaskan komitmen tegas melawan penambangan emas ilegal.
Polres Kuantan Singingi kembali menindak penambangan emas ilegal di Sungai Tanalo. Dalam operasi terbaru, 12 rakit PETI dibakar, mengirimkan pesan tegas kepada perusak lingkungan. Aksi ini merupakan respons cepat kepolisian terhadap laporan masyarakat yang resah akibat dampak PETI.
Temukan rangkuman informasi menarik dan terpercaya lainnya di bawah ini yang dapat memperluas wawasan Anda hanya di Biang Bencana.
Respons Cepat Terhadap Aduan Masyarakat
Penertiban ini berawal dari aduan masyarakat yang merasa resah dengan maraknya aktivitas PETI di Sungai Tanalo. Kapolres Kuansing AKBP R Ricky Pratidiningrat segera merespons dengan menurunkan tim dari Polsek Kuantan Mudik. Langkah cepat ini menegaskan komitmen Polri untuk melindungi lingkungan dan ketenteraman warga.
Tim patroli yang dipimpin Kapolsek Iptu Ridwan Butar-butar berhasil mengidentifikasi sejumlah rakit PETI. Lokasinya tersebar di sepanjang Sungai Tanalo, meliputi wilayah Desa Lubuk Ramo dan Desa Pantai, Kecamatan Kuantan Mudik. Keberadaan rakit-rakit ini menjadi bukti nyata pelanggaran hukum.
Kapolres Ricky Pratidiningrat menegaskan bahwa tidak ada ruang bagi praktik PETI karena dampaknya sangat merusak. “Kami tidak akan memberi ruang bagi praktik PETI karena sangat merusak lingkungan, membahayakan keselamatan, serta berpotensi menimbulkan gangguan kamtibmas,” ujarnya, menggarisbawahi bahaya laten PETI.
Eksekusi di Lapangan, Pemusnahan Belasan Rakit PETI
Pada Senin, 29 Desember 2025, sekitar pukul 09.00 WIB, personel Polsek Kuantan Mudik bergerak menuju lokasi. Dengan menggunakan satu unit kendaraan roda empat, tim tiba di Sungai Tanalo areal kebun PT KTBM sekitar pukul 10.10 WIB. Di lokasi tersebut, ditemukan 12 unit rakit PETI yang tidak beroperasi.
Meskipun rakit-rakit tersebut ditemukan dalam kondisi tidak aktif, polisi memutuskan untuk langsung memusnahkannya. Pemusnahan dilakukan dengan cara dibakar, termasuk pondok-pondok yang ada di lokasi. Tindakan ini bertujuan memberikan efek jera agar tidak lagi digunakan oleh para pelaku.
Dalam operasi ini, tidak ditemukan pelaku di lokasi, sehingga tidak ada yang diamankan. Selain itu, tidak ada barang bukti yang dibawa karena seluruh sarana PETI langsung dimusnahkan di tempat. Penegasan ini menunjukkan komitmen penuh untuk membersihkan area dari jejak-jejak penambangan ilegal.
Baca Juga: Kasus Kayu Gelondongan: Polisi Akan Umumkan Tersangka Penyebab Banjir Di Sumatera
Komitmen Berkelanjutan Dan Seruan Kolaborasi
Kapolres Ricky Pratidiningrat menegaskan bahwa penindakan terhadap aktivitas PETI tidak akan berhenti. Pihaknya akan terus meningkatkan patroli dan penegakan hukum di seluruh wilayah Kabupaten Kuantan Singingi. Ini adalah langkah berkelanjutan untuk menjaga kelestarian lingkungan dan stabilitas keamanan.
Selain penindakan, Polri juga mengajak masyarakat untuk turut serta menjaga lingkungan. Masyarakat diimbau untuk tidak segan melaporkan apabila mengetahui adanya aktivitas PETI. Sinergi antara Polri dan masyarakat dianggap sangat penting demi terciptanya situasi kamtibmas yang aman dan kondusif.
Melalui upaya ini, diharapkan kesadaran masyarakat akan bahaya PETI semakin meningkat. Kolaborasi aktif antara aparat penegak hukum dan warga adalah kunci untuk memberantas praktik ilegal ini hingga tuntas, demi masa depan lingkungan dan kesejahteraan bersama.
Dampak Rusak Lingkungan Dan Ancaman Kamtibmas
Aktivitas PETI bukan hanya merusak ekosistem sungai dan hutan. Penggunaan merkuri dalam proses penambangan mencemari air dan tanah, mengancam kesehatan masyarakat serta keanekaragaman hayati. Sungai Tanalo yang menjadi urat nadi kehidupan kini terancam.
Selain itu, praktik PETI seringkali memicu konflik sosial dan gangguan keamanan. Kehadiran para penambang ilegal dapat menimbulkan gesekan dengan warga lokal atau antarkelompok penambang itu sendiri, yang pada akhirnya mengganggu ketertiban umum.
Oleh karena itu, penertiban ini tidak hanya tentang penegakan hukum, tetapi juga tentang penyelamatan lingkungan dan pencegahan potensi konflik. Komitmen Polres Kuansing adalah menjaga kelestarian alam dan memastikan keamanan serta kenyamanan bagi seluruh lapisan masyarakat.
Jangan lewatkan update berita seputaran Biang Bencana serta berbagai informasi menarik lainnya yang akan memperluas wawasan Anda.
- Gambar Utama dari news.detik.com
- Gambar Kedua dari regional.kompas.com