Tebing setinggi 25 meter longsor dan menimpa pabrik air mineral di Kecamatan Pamulihan, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Minggu malam (18/1/2026).
Satu pekerja, Ohid Nugraha (50), terluka ringan akibat tertimpa material longsoran dan kini dirawat di puskesmas setempat. Longsor merusak gudang pabrik dan memicu penutupan sementara akses area terdampak.
Temukan rangkuman informasi menarik dan terpercaya lainnya di bawah ini yang dapat memperluas wawasan Anda hanya di Biang Bencana.
Tebing Longsor di Sumedang, Pekerja Terluka
Tebing setinggi 25 meter longsor dan menimpa area pabrik air mineral di Kecamatan Pamulihan, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Minggu (18/1/2026) pukul 23.00 WIB. Material longsoran menimpa bangunan dan mengakibatkan seorang pekerja terluka.
Korban, Ohid Nugraha SH (50), berhasil selamat meski sempat tertimbun tanah dan reruntuhan. Saat ini, korban mendapatkan perawatan intensif di puskesmas setempat akibat luka ringan. Tim medis terus memantau kondisi Ohid untuk memastikan tidak ada cedera serius yang terlewat.
Musibah ini memicu kepanikan di lokasi pabrik CV Sumber Berkat Anugrah, Dusun Cigendel RT 02 RW 08, Desa Cigendel. Longsor terjadi tepat di area produksi dan gudang, sehingga berdampak signifikan terhadap operasional perusahaan.
Faktor Longsor dan Kerusakan Bangunan
Kepala BPBD Sumedang, Bambang Rianto, menyampaikan bahwa longsor terjadi akibat tingginya intensitas curah hujan sejak Minggu malam. Curah hujan yang tinggi memicu pergerakan tanah di tebing sekitar area pabrik. Tebing yang longsor memiliki lebar sekitar 20 meter dan menimpa bangunan gudang packing pabrik seluas 42×18 meter persegi.
Tebing yang longsor memiliki lebar kurang lebih 20 meter, menimpa bangunan gudang packing seluas 42×18 meter persegi. Kerusakan signifikan dilaporkan pada bagian atap dan dinding bangunan yang terkena material longsoran.
BPBD Sumedang telah melakukan asesmen lapangan untuk memastikan luas kerusakan dan menentukan langkah penanganan selanjutnya. Hasil sementara menunjukkan tidak ada korban jiwa, hanya satu pekerja mengalami luka ringan.
Baca Juga: Terungkap! Faktor-Faktor yang Membuat Bekasi Langganan Banjir
Penanganan Bencana dan Evakuasi Korban
Sebagai langkah antisipasi, BPBD bekerja sama dengan TNI dan Polri menutup sementara akses menuju lokasi terdampak. Penutupan dilakukan karena kondisi tanah masih labil, ditambah proses evakuasi material menggunakan alat berat.
Evakuasi bertujuan untuk membersihkan reruntuhan dan memastikan area aman sebelum aktivitas pabrik dilanjutkan. Petugas juga melakukan pemantauan untuk mengantisipasi longsor susulan yang dapat terjadi akibat hujan deras.
BPBD menekankan pentingnya koordinasi dengan pihak perusahaan, aparat desa, dan masyarakat sekitar agar semua pihak mengetahui kondisi terbaru dan prosedur keselamatan di lokasi terdampak. Koordinasi ini meliputi pengecekan rutin kondisi tebing, pemantauan potensi pergerakan tanah, serta sosialisasi langkah-langkah evakuasi darurat.
Imbauan Waspada Cuaca Ekstrem
Bambang Rianto meminta masyarakat, khususnya yang beraktivitas di daerah rawan pergerakan tanah, meningkatkan kewaspadaan. Hujan ekstrem masih berpotensi terjadi di wilayah Sumedang, sehingga risiko longsor tetap ada.
“Warga diminta berhati-hati, terutama saat hujan deras. Segera laporkan apabila terjadi kejadian serupa atau bencana lainnya melalui unsur terkait di kewilayahan,” ujarnya. Petugas BPBD juga akan terus memantau kondisi tebing dan area rawan longsor, serta melakukan koordinasi.
BPBD terus memantau kondisi tebing dan melakukan sosialisasi kepada warga agar tetap waspada. Langkah ini diambil untuk meminimalkan risiko korban dan kerusakan akibat bencana tanah longsor di wilayah rawan.
Jangan lewatkan update berita seputaran Biang Bencana serta berbagai informasi menarik lainnya yang akan memperluas wawasan Anda.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Utama dari bandung.kompas.com
- Gambar Kedua dari sumedang.radarbandung.id