Bencana longsor melanda Manggarai Timur, menewaskan satu warga dan menyebabkan dua lainnya hilang, Tim SAR dan aparat setempat.
Warga diimbau tetap waspada karena risiko longsor susulan masih tinggi. Pemerintah daerah bekerja sama dengan pihak terkait untuk memastikan keselamatan masyarakat serta mempercepat bantuan bagi korban terdampak.
Temukan rangkuman informasi menarik dan terpercaya lainnya di bawah ini yang dapat memperluas wawasan Anda hanya di Biang Bencana.
Tragedi Longsor Manggarai Timur, Satu Nyawa Melayang
Satu korban longsor di Kampung Tuwa, Desa Goreng Meni, Kecamatan Lamba Leda, Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), meninggal dunia pada Jumat (23/1/2026). Korban meninggal merupakan salah satu dari dua orang yang sempat dirawat di Puskesmas Benteng Jawa. Sementara itu, dua korban lainnya masih tertimbun material longsor di dalam rumah mereka.
Bupati Manggarai Timur, Agas Andreas, menjelaskan bahwa dua korban tertimbun belum ditemukan, sementara dua lainnya berhasil dievakuasi dan mendapatkan perawatan medis. “Dilaporkan ada dua korban yang masih tertimbun. Dua lainnya sempat dievakuasi ke Puskesmas Benteng Jawa, namun satu orang meninggal dunia,” ujarnya.
Peristiwa ini menjadi duka mendalam bagi masyarakat Manggarai Timur, khususnya keluarga korban. Kejadian ini mengingatkan akan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi bencana di daerah rawan longsor, terutama saat musim hujan.
Tragedi Satu Keluarga, Empat Korban Terdampak
Empat korban longsor tersebut berasal dari satu keluarga, yaitu seorang ibu dan tiga anaknya. Korban yang dirawat di Puskesmas Benteng Jawa adalah Albina Ria (49) dan anak laki-lakinya yang berusia tiga tahun, Apri Nikalaus Acan. Kedua korban mengalami luka-luka akibat tertimpa material longsor.
Hingga saat ini, belum diketahui secara pasti siapa dari dua korban yang dirawat tersebut yang meninggal dunia. Akses komunikasi di lokasi kejadian terhambat karena jaringan telepon seluler dan internet terputus, sehingga konfirmasi lebih lanjut belum dapat dilakukan.
Dua anak perempuan Albina, yakni Theresia Resem dan Yustina Mira, masih tertimbun di dalam rumah akibat longsor. Upaya pencarian terus dilakukan oleh tim SAR gabungan, dengan harapan korban dapat segera ditemukan dalam kondisi selamat.
Baca Juga: Izin Tambang Emas Rakyat Kuansing Disorot, Walhi Riau: Legalisasi Ancam Lingkungan
Upaya Penanganan dan Bantuan Pemerintah
Bupati Manggarai Timur, Agas Andreas, menyampaikan dukacita mendalam atas bencana ini. Ia meminta warga yang terdampak, terutama keluarga korban, untuk tetap tabah dan tidak putus asa. “Bersama kita akan melakukan segala upaya untuk menemukan korban yang tertimbun,” katanya.
Pemda Manggarai Timur telah melakukan koordinasi lintas sektor untuk penanganan bencana. BPBD setempat, TNI, Polri, serta Brimob Kompi 2 Batalyon B Pelopor Manggarai telah dikerahkan ke lokasi untuk melakukan evakuasi dan penyelamatan.
Selain itu, pemerintah daerah juga menyalurkan bantuan berupa 750 kilogram beras, makanan siap saji, terpal, air minum kemasan, serta peralatan tidur bagi warga terdampak. Langkah-langkah ini diharapkan dapat meringankan beban para pengungsi dan mempercepat proses evakuasi.
Longsor Meluas, Warga Dievakuasi ke Tempat Aman
Longsor di Kampung Tuwa terjadi pada Kamis (22/1/2026) sore, dengan material datang dari ketinggian sekitar 50 meter akibat hujan lebat sebelumnya. Material longsor terdiri dari tanah, pohon, dan batu besar yang menimpa rumah-rumah warga.
Tidak hanya Kampung Tuwa, Kampung Pau juga terdampak. Ratusan kepala keluarga terpaksa mengungsi ke rumah warga di Kampung Rentung atau ke sebuah kapela setempat untuk menghindari risiko longsor susulan.
Bupati Agas mengimbau warga yang tinggal di daerah rawan longsor untuk segera mengungsi ke tempat aman. Ia menegaskan bahwa upaya mitigasi bencana dan evakuasi akan terus dilakukan agar korban tambahan tidak terjadi, serta keselamatan warga menjadi prioritas utama pemerintah daerah.
Jangan lewatkan update berita seputaran Biang Bencana serta berbagai informasi menarik lainnya yang akan memperluas wawasan Anda.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Utama dari detik.com
- Gambar Kedua dari mediaindonesia.com