Stop Alih Fungsi Lahan! Wapres Gibran Tinjau Longsor Di Cisarua

Bagikan

Wapres Gibran tinjau longsor Cisarua dan dorong relokasi warga sekaligus menghentikan alih fungsi lahan untuk cegah bencana.

Stop Alih Fungsi Lahan! Wapres Gibran Tinjau Longsor Di Cisarua

Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka meninjau lokasi longsor di Cisarua, Bandung Barat, menekankan pentingnya relokasi warga terdampak. Ia juga memperingatkan agar alih fungsi lahan dihentikan, agar bencana serupa tidak kembali terjadi.

Langkah ini diharapkan meningkatkan kesadaran publik Biang Bencana terhadap konservasi lahan dan mitigasi bencana.

Wapres Gibran Tinjau Longsor Cisarua Dan Koordinasikan Penanganan

Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka, meninjau lokasi longsor di Kampung Pasir Kuning dan Pasir Kuda, Desa Pasirhalang, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, pada Minggu (25/1/2026). Kunjungan ini berlangsung sekitar pukul 09.10 hingga 09.40 sebelum Gibran melanjutkan pengecekan di posko pengungsian di Kantor Desa Pasirlangu.

Selama kunjungan, Gibran berbincang dengan sejumlah pengungsi untuk mendengar langsung kondisi warga terdampak. Ia menekankan agar pencarian korban dilakukan maksimal dan seluruh tim bekerja dengan cepat dan efektif.

Gibran menegaskan pentingnya koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah agar penanganan bencana dapat berjalan lancar. Fokus utamanya adalah keselamatan warga, serta pemulihan cepat bagi masyarakat yang terdampak bencana longsor.

Prioritas Perlindungan Untuk Kelompok Rentan

Wapres Gibran meminta perhatian khusus terhadap warga lansia, anak-anak, ibu hamil, menyusui, dan penyandang disabilitas. Ia menekankan agar kebutuhan mereka dipenuhi, termasuk ketersediaan tenaga medis siaga 24 jam di posko pengungsian.

Langkah ini bertujuan memberikan pelayanan optimal dan mengurangi risiko komplikasi kesehatan bagi kelompok rentan. Gibran juga mendorong petugas untuk bekerja dengan sigap agar kebutuhan pokok warga terpenuhi dengan cepat.

Selain itu, Wapres meminta pemerintah daerah memastikan distribusi bantuan dan evakuasi dilakukan dengan tertib. Hal ini diharapkan menciptakan suasana aman dan nyaman bagi pengungsi selama masa pemulihan pasca-bencana.

Baca Juga: Tak Tinggal Diam, KLH/BPLH Gugat Perusahaan Yang Dituding Rusak Lingkungan Sumut

Relokasi Warga Dan Mitigasi Bencana

Relokasi Warga Dan Mitigasi Bencana 700

Gibran menyoroti rencana relokasi bagi korban longsor, menekankan agar lokasi baru tetap dekat dengan tempat tinggal mereka sebelumnya. Hal ini bertujuan agar mata pencaharian warga tetap terjaga dan kehidupan mereka tidak terganggu secara signifikan.

Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Kabupaten Bandung Barat diminta untuk segera mensosialisasikan rencana relokasi kepada warga terdampak, termasuk titik-titik aman yang bisa dijadikan hunian sementara maupun permanen.

Selain itu, Wapres menekankan pentingnya menjaga fungsi lahan di daerah perbukitan dan dataran tinggi. Alih fungsi lahan yang sembarangan dapat meningkatkan risiko longsor, sehingga langkah konservasi menjadi bagian dari mitigasi bencana jangka panjang.

Stop Alih Fungsi Lahan Untuk Cegah Longsor

Dalam kunjungannya, Gibran menekankan larangan alih fungsi lahan di wilayah rawan bencana. Ia meminta pemerintah daerah mengawasi kegiatan pertanian dan pembangunan di perbukitan agar risiko longsor dapat diminimalkan.

Stop alih fungsi lahan tidak hanya menjadi arahan administratif, tetapi juga upaya meningkatkan kesadaran publik mengenai pentingnya konservasi lingkungan. Dengan menjaga hutan dan vegetasi alami, tanah lebih stabil dan potensi bencana berkurang.

Gibran menegaskan bahwa langkah ini harus dijalankan secara konsisten. Kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan pihak terkait diharapkan menciptakan wilayah yang lebih aman dari bencana longsor di masa depan.


Sumber Informasi Gambar:

  • Gambar Pertama dari detik.com
  • Gambar Kedua dari sda.pu.go.id