Harian Mencekam: 15 Bencana Serang Sukabumi, Infrastruktur Lumpuh

Bagikan

Sukabumi diterjang 15 bencana dalam sehari, jalan provinsi lumpuh, menimbulkan kerusakan besar dan hambat aktivitas warga.

Harian Mencekam: 15 Bencana Serang Sukabumi, Infrastruktur Lumpuh

Kabupaten Sukabumi mengalami hari yang mencekam setelah 15 bencana melanda wilayah tersebut dalam satu hari. Dampaknya terasa di seluruh sektor, terutama infrastruktur, termasuk jalan provinsi yang lumpuh sehingga aktivitas masyarakat terganggu.

Kejadian ini menjadi peringatan serius akan kerentanan wilayah terhadap bencana alam dan pentingnya mitigasi untuk melindungi warga serta lingkungan. Langkah ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah menjaga lingkungan sekaligus melindungi masyarakat dari .

Sukabumi Diterjang 15 Bencana Sekaligus, Jalan Provinsi Lumpuh

Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, mengalami hari yang mencekam pada Minggu (11/1/2026). Dalam satu hari, tercatat 15 bencana melanda berbagai kecamatan, mulai dari banjir hingga tanah longsor yang menutup akses jalan provinsi.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi menyebut hujan deras hampir sepanjang hari menjadi pemicu utama rentetan bencana ini. Manajer Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Kabupaten Sukabumi, Daeng Sutisna, menjelaskan bahwa seluruh kejadian tersebar di beberapa kecamatan.

Berdasarkan rekapitulasi laporan harian petugas di lapangan, total ada 15 kejadian bencana hari ini. Semuanya tersebar di beberapa kecamatan, ujarnya, Senin (12/1/2026).

Longsor Menutup Jalan Provinsi Di Cidolog

Kerusakan infrastruktur paling signifikan terjadi di Kecamatan Cidolog, di mana tanah longsor di Kampung Cikarae, Desa Cipamingkis, membuat jalan provinsi tertutup material longsor. Akibatnya, kendaraan roda empat tidak bisa melintas, memaksa petugas membersihkan material secara darurat.

Selain longsor, banjir melanda Kecamatan Cidolog dan beberapa wilayah Pajampangan, termasuk Kecamatan Ciemas. Di Ciemas, air menggenangi ruas jalan provinsi di Desa Mekarsakti dan permukiman warga di Desa Mandrajaya, menghambat mobilitas dan aktivitas sehari-hari.

Baca Juga: Darurat di Donggala, Dusun Sisere Terisolir Usai Banjir dan Longsor

Warga Terdampak Dan Area Rawan Banjir

Warga Terdampak Dan Area Rawan Banjir 700

Meskipun tidak ada korban jiwa, sejumlah warga terdampak langsung cuaca ekstrem tersebut. Di Kecamatan Kabandungan, satu keluarga beranggotakan empat orang terdampak longsor pagi hari.

Kondisi serupa terjadi di Kecamatan Cisaat, di mana satu keluarga juga harus mengungsi sementara. Di Palabuhanratu, BPBD menerima laporan dari Kampung Kutamekar, area langganan banjir saat hujan deras.

Tim P2BK (Penanggulangan Bencana Berbasis Komunitas) telah melakukan asesmen dan memberikan imbauan kewaspadaan kepada warga. Karena ini wilayah rawan, warga diminta waspada terutama jika hujan turun terus-menerus, kata Daeng.

Koordinasi Penanganan Dan Kebutuhan Alat Berat

Penanganan di sejumlah titik longsor membutuhkan alat berat karena volume material yang cukup besar. BPBD mencatat kebutuhan backhoe untuk lokasi di Kecamatan Nyalindung dan ruas Jalan Nasional Bagbagan-Kiara Dua di Kecamatan Simpenan.

Tim lapangan, termasuk P2BK, TNI, Polri, dan relawan, terus berkoordinasi untuk membersihkan akses dan mengamankan warga. Bantuan alat berat dan gergaji mesin juga disiapkan untuk mempermudah evakuasi material longsor serta mempercepat pemulihan infrastruktur vital.

Cuaca ekstrem yang menimpa Sukabumi menjadi peringatan serius mengenai kerentanan wilayah terhadap bencana hidrometeorologi. Penanganan cepat, koordinasi lintas sektor, dan kewaspadaan masyarakat menjadi kunci utama untuk meminimalkan dampak serta memastikan keselamatan warga dan keberlanjutan aktivitas ekonomi dan sosial di daerah terdampak.

Jangan lewatkan update berita seputaran Biang Bencana serta berbagai informasi menarik lainnya yang akan memperluas wawasan Anda.


Sumber Informasi Gambar:

  • Gambar Utama dari detik.com
  • Gambar Kedua dari cnnindonesia.com