Akses Bireuen-Bener Meriah lumpuh akibat sungai meluap, kronologi lengkap dan dampak banjir bagi warga dan perjalanan harian mereka.
Banjir meluap kembali memutus akses utama Bireuen-Bener Meriah, membuat ribuan warga terisolasi. Jalan utama tertutup air deras, kendaraan tak bisa melintas, dan aktivitas sehari-hari lumpuh. Simak kronologi lengkap kejadian ini hanya ada di Biang Bencana.
Dari awal sungai meluap hingga upaya warga dan pemerintah setempat menanggulangi dampak parah yang mengancam mobilitas dan keselamatan mereka. Peristiwa ini menyoroti risiko bencana banjir di wilayah rawan sungai serta pentingnya kesiapsiagaan masyarakat dan pihak berwenang.
Akses Darurat Kembali Putus
Akses jalan alternatif darurat di Wih Porak, Kecamatan Pintu Rime Gayo, Kabupaten Bener Meriah, kembali putus akibat sungai meluap pada Senin (6/4/2026) sore. Luapan air tinggi menutup badan jalan, sehingga jalur penghubung dari Bireuen menuju Bener Meriah tidak lagi dapat dilalui kendaraan.
Kadis Kominfo Bener Meriah, Ilham Abdi, mengatakan kejadian terjadi sekitar pukul 17.00 WIB ketika hujan deras mengguyur wilayah tersebut. Debit air sungai meningkat secara cepat, membuat jalan yang sebelumnya baru kembali dibuka terendam kembali.
Upaya pemerintah setempat untuk mengatasi putusnya akses ini terus berjalan. Sejumlah alat berat sudah disiapkan di lokasi untuk membuka kembali jalan setelah debit air mulai surut.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
🔥 Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
📲 DOWNLOAD SEKARANG
Kronologi Putusnya Akses Alternatif
Sebelumnya, jalur alternatif di kawasan Wih Porak sempat putus pada Minggu (5/4) malam akibat luapan sungai yang sama. Kondisi ini memaksa pemerintah daerah membuka jalur darurat darurat agar mobilitas masyarakat tetap dapat berlangsung.
Perbaikan yang dilakukan malam itu berhasil membuka kembali akses sekitar pukul 02.00 WIB pada Senin dini hari, sehingga kendaraan sempat bisa melintas kembali sementara.
Namun optimism tersebut hanya sementara, karena hujan deras yang berlanjut pada sore harinya membuat sungai kembali meluap dan menutup jalan yang baru diperbaiki. Akibatnya, perjalanan antarkabupaten kembali terhenti.
Baca Juga:Â Waspada! Hujan Lebat Memicu Banjir Di Bengkulu, Tiga Daerah Ini Lumpuh
Dampak Kerusakan Jalan Dan Mobilitas Warga
Putusnya akses jalan ini berdampak langsung pada mobilitas masyarakat setempat. Kendaraan dari arah Bireuen yang menuju Bener Meriah dan sebaliknya kini tidak dapat melintas, memicu antrean panjang di titik sungai yang meluap.
Jalan tersebut merupakan akses vital karena menjadi jalur alternatif setelah jalan nasional di kawasan Enang‑Enang putus total pascabencana besar pada akhir November 2025. Hingga kini, jalan utama tersebut belum pulih sepenuhnya, sehingga warga masih bergantung pada jalur Wih Porak.
Pemutusan akses ini tidak hanya menghambat perjalanan pribadi, tetapi juga berdampak pada distribusi barang, penyaluran bantuan, dan akses layanan publik seperti kesehatan dan pendidikan di wilayah tengah Aceh.
Upaya Penanganan Dan Respons Pemerintah
Pemerintah daerah melalui BPBD Bener Meriah telah menyiagakan alat berat di lokasi untuk dapat segera melakukan pembersihan jalan setelah kondisi air mulai surut. Menurut Ilham Abdi, alat berat seperti ekskavator sudah tersedia untuk mempercepat pembukaan kembali akses.
Namun, tingginya intensitas hujan membuat debit sungai tetap tinggi hingga malam hari. Sehingga personel hanya bisa bersiaga menunggu waktu yang tepat untuk membersihkan badan jalan.
Pihak BPBD mengimbau masyarakat untuk tetap bersabar dan berhati‑hati karena proses penanganan sangat bergantung pada redanya hujan dan turunnya debit air sungai.
Tantangan Cuaca Dan Harapan Pemulihan
Cuaca ekstrem yang masih berlangsung menjadi tantangan utama dalam proses pemulihan akses tersebut. Debit air sungai yang tidak kunjung turun membuat perbaikan jalan darurat tidak bisa dilakukan secara maksimal dalam waktu singkat.
Kepala BPBD menegaskan bahwa pekerjaan pembersihan jalan dan perbaikan darurat hanya bisa dimulai setelah air sungai benar‑benar surut dan cuaca cukup bersahabat.
Warga diimbau untuk selalu mengecek informasi terbaru mengenai kondisi jalan sebelum melakukan perjalanan. Dan jika memungkinkan menunda perjalanan hingga akses kembali normal.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari detik.com
- Gambar Kedua dari regional.kompas.com