Aceh Kembali Dikepung Banjir, Wagub Soroti Sungai Dangkal

Bagikan

Aceh kembali dilanda banjir setelah hujan deras mengguyur beberapa hari terakhir luapan air sungai merendam permukiman warga, lahan pertanian.

Wagub Soroti Sungai Dangkal

Wakil Gubernur Aceh menyoroti pendangkalan sungai sebagai penyebab utama luapan air dan menekankan pentingnya normalisasi sungai sebagai solusi jangka panjang. Pemerintah daerah berencana pengerukan sedimentasi.

Temukan rangkuman informasi menarik dan terpercaya lainnya di bawah ini yang dapat memperluas wawasan Anda hanya di .

Aceh Terendam Lagi oleh Banjir

Banjir kembali melanda sejumlah wilayah di Provinsi Aceh setelah hujan deras mengguyur sejak beberapa hari terakhir. Luapan air sungai merendam permukiman warga, lahan pertanian, serta sejumlah fasilitas umum. Kondisi ini menambah daftar bencana banjir yang kerap terjadi di Aceh dalam beberapa tahun terakhir, terutama saat musim hujan dengan intensitas tinggi.

Warga di daerah terdampak terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman karena ketinggian air mencapai 50 hingga 100 sentimeter di beberapa titik. Aktivitas masyarakat terganggu, mulai dari akses jalan terputus hingga sekolah yang diliburkan sementara. Banjir juga menyebabkan kerusakan ringan hingga sedang pada rumah warga.

Pemerintah daerah bersama aparat terkait bergerak cepat melakukan pendataan korban dan wilayah terdampak. Bantuan darurat berupa makanan, air bersih, dan selimut mulai disalurkan untuk memenuhi kebutuhan dasar warga yang terdampak banjir.

Wagub Aceh Soroti Pendangkalan Sungai

Wakil Gubernur Aceh menyampaikan keprihatinannya atas banjir yang kembali terjadi. Ia menilai salah satu penyebab utama banjir adalah pendangkalan sungai yang membuat daya tampung air berkurang drastis. Akibatnya, ketika hujan deras turun, air sungai mudah meluap ke permukiman warga.

Menurut Wagub, Sungai yang mengalami pendangkalan tidak mampu lagi mengalirkan debit air secara optimal. Sedimentasi yang terus menumpuk dari tahun ke tahun memperparah kondisi sungai, terutama di wilayah hilir dan kawasan padat penduduk. Hal ini menjadi masalah serius yang harus segera ditangani.

Ia menegaskan bahwa penanganan banjir tidak bisa hanya bersifat darurat, melainkan harus menyentuh akar persoalan. Normalisasi sungai dinilai sebagai solusi jangka panjang untuk mengurangi risiko banjir berulang di Aceh.

Baca Juga: Kapolda Sumut Turun Tangan, Tim Khusus Selidiki Penyebab Bencana Alam

Normalisasi Sungai Jadi Kunci Atasi Banjir

Normalisasi Sungai Jadi Kunci Atasi Banjir

Wagub Aceh menekankan pentingnya program normalisasi sungai sebagai langkah strategis mengatasi banjir. Normalisasi meliputi pengerukan sedimentasi, pelebaran alur sungai, serta perbaikan tanggul di titik-titik rawan luapan air. Program ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas sungai menampung debit air saat hujan lebat.

Selain normalisasi, pemerintah juga mendorong penataan daerah aliran sungai (DAS) secara menyeluruh. Penebangan liar dan alih fungsi lahan di hulu sungai disebut turut memperparah banjir. Oleh karena itu, pengawasan lingkungan dan penegakan aturan menjadi bagian penting dari solusi.

Pemerintah Aceh berencana berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk mendapatkan dukungan anggaran dan teknis. Wagub menyebutkan bahwa normalisasi sungai membutuhkan biaya besar dan perencanaan matang agar hasilnya berkelanjutan dan benar-benar dirasakan masyarakat.

Dampak Banjir dan Harapan Masyarakat

Banjir yang terjadi tidak hanya merendam rumah warga, tetapi juga berdampak pada sektor pertanian. Sawah dan kebun milik warga terendam air, sehingga terancam gagal panen. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran terhadap penghasilan petani dan ketahanan pangan lokal.

Masyarakat berharap pemerintah dapat segera merealisasikan program normalisasi sungai agar banjir tidak terus berulang setiap tahun. Warga juga meminta perbaikan sistem drainase di kawasan permukiman serta pembangunan tanggul.

Wagub Aceh menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk terus mencari solusi terbaik bagi masyarakat. Ia mengajak seluruh pihak, termasuk masyarakat, untuk menjaga lingkungan dan tidak membuang sampah ke sungai. Sinergi antara pemerintah dan warga diharapkan mampu mengurangi risiko banjir dan menciptakan lingkungan.

Jangan lewatkan update berita seputaran  serta berbagai informasi menarik lainnya yang akan memperluas wawasan Anda.


Sumber Informasi Gambar:

  1. Gambar Utama dari regional.kompas.com
  2. Gambar Kedua dari lestari.kompas.com