Lahan Hortikultura Rawan Longsor Di Jabar Ditata Ulang Oleh Menteri Pertanian

Bagikan

Menteri Pertanian tata ulang lahan hortikultura di Jawa Barat yang rawan longsor untuk lindungi petani dan tingkatkan produksi pertanian.

Lahan Hortikultura Rawan Longsor Di Jabar Ditata Ulang Oleh Menteri Pertanian

Menteri Pertanian melakukan penataan ulang lahan hortikultura di Jawa Barat yang rawan longsor. Langkah ini bertujuan melindungi petani dari Biang Bencana sekaligus meningkatkan hasil produksi pertanian.

Program ini mencakup pengelolaan tanah, pola tanam, dan pemberdayaan petani agar risiko bencana alam dapat diminimalkan. Inisiatif ini diharapkan menjadi solusi berkelanjutan bagi pertanian di wilayah rawan longsor.

Mentan Tata Ulang Lahan Hortikultura Rawan Longsor Di Jabar

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, meninjau langsung lokasi longsor di Kampung Pasir Kuning dan Pasir Kuda, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat. Lahan yang sebelumnya ditanami hortikultura ini tergolong rawan bencana dan memerlukan penanganan khusus agar risiko erosi dan longsor susulan dapat diminimalkan.

Amran menegaskan bahwa lahan tersebut akan diganti dengan tanaman perkebunan berakar kuat seperti kelapa, kopi, dan alpukat. Strategi ini bertujuan memperkuat struktur tanah sehingga lereng curam tetap stabil dan aman bagi lingkungan sekitar.

Transformasi lahan ini tidak hanya menjaga stabilitas tanah, tetapi juga menjadi langkah penting untuk keberlanjutan pertanian di wilayah rawan bencana. Pemerintah berharap pendekatan ini menjadi model bagi pengelolaan lahan di daerah serupa di Jawa Barat.

Penanaman Tanaman Perkebunan Untuk Stabilitas Tanah

Mentan menjelaskan bahwa lereng dengan kemiringan 20 hingga 45 derajat tidak ideal untuk menanam sayuran atau hortikultura lainnya. Tanaman hortikultura memiliki akar dangkal sehingga lebih mudah menyebabkan erosi dan longsor saat hujan lebat.

Sebagai gantinya, tanaman perkebunan dipilih karena akar yang lebih dalam mampu menahan tanah secara alami. Dengan akarnya yang kuat, tanaman seperti kelapa, kopi, dan alpukat dapat menjaga kesuburan tanah sekaligus menurunkan risiko longsor.

Program ini juga dirancang agar dapat diterapkan di lahan-lahan serupa di Jawa Barat. Penataan ulang ini menjadi solusi jangka panjang untuk menjaga keamanan dan produktivitas pertanian di daerah rawan bencana.

Baca Juga: Vonis Tegas! Dua Pejabat Dispora OKU Selatan Dihukum Satu Tahun Penjara

Dukungan Anggaran Dan Kolaborasi Pemerintah Daerah

Dukungan Anggaran Dan Kolaborasi Pemerintah Daerah 700

Kementerian Pertanian telah menyiapkan anggaran khusus untuk program penanaman pohon berakar kuat. Proyek ini akan segera dilaksanakan setelah pemerintah daerah menyatakan kesiapan administratif secara resmi.

Koordinasi dengan Bupati dan Gubernur menjadi langkah penting agar alokasi anggaran dapat langsung digunakan secara efektif. Pemerintah provinsi dan kabupaten akan mendukung pelaksanaan program agar tepat sasaran dan tidak menimbulkan hambatan.

Kolaborasi ini memastikan proses penanaman dan pemulihan lahan berjalan lancar. Dengan dukungan bersama, risiko longsor dapat ditekan, dan lingkungan pertanian kembali produktif dalam jangka panjang.

Bantuan Untuk Warga Terdampak Longsor

Selain menata lahan, Amran menyalurkan bantuan kepada 155 warga terdampak longsor di tiga kampung. Bantuan yang diberikan berupa 12 truk sembako serta uang tunai senilai Rp1,173 miliar untuk meringankan beban masyarakat.

Bantuan ini diharapkan dapat membantu warga yang kehilangan mata pencaharian akibat bencana. Pemerintah menekankan perlunya sinergi antara penataan lingkungan dan rehabilitasi sosial-ekonomi warga agar pemulihan lebih menyeluruh.

Program penghijauan dan bantuan warga berjalan beriringan, memastikan masyarakat tetap aman dan produktivitas pertanian dapat pulih. Langkah ini menjadi contoh pengelolaan lahan berkelanjutan yang memberdayakan masyarakat dan menjaga lingkungan dari bencana.


Sumber Informasi Gambar:

  • Gambar Pertama dari detik.com
  • Gambar Kedua dari pertanian.go.id