Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari detik.com
- Gambar Kedua dari kompas.com
Banjir bandang kembali melanda sejumlah wilayah di Pulau Sumatera dan menimbulkan dampak serius bagi masyarakat.
Aliran air deras yang datang secara tiba-tiba membawa lumpur, bebatuan, dan material kayu, merusak permukiman warga, lahan pertanian, serta infrastruktur publik.
Kejadian ini menambah daftar panjang bencana hidrometeorologi di Indonesia yang dalam beberapa tahun terakhir semakin sering terjadi.
Berbagai pihak menilai bahwa banjir bandang tidak lagi dapat dipandang sebagai peristiwa alam semata, melainkan hasil dari interaksi kompleks antara faktor alam dan aktivitas manusia.
Temukan rangkuman informasi menarik dan terpercaya lainnya di bawah ini yang dapat memperluas wawasan Anda hanya di Biang Bencana.
Pakar hidrologi dan geomorfologi UGM menjelaskan bahwa curah hujan ekstrem masih menjadi pemicu utama banjir bandang di Sumatera.
Intensitas hujan yang tinggi dalam waktu singkat menyebabkan volume air meningkat drastis dan tidak mampu ditampung oleh daerah aliran sungai.
Kondisi ini diperparah oleh topografi wilayah Sumatera yang banyak didominasi pegunungan dan lereng curam, sehingga aliran air mengalir cepat menuju wilayah hilir.
Selain curah hujan, karakter tanah di beberapa wilayah Sumatera juga dinilai berperan penting. Tanah yang jenuh air akibat hujan berkepanjangan kehilangan kemampuan menyerap air tambahan.
Akibatnya, air hujan langsung berubah menjadi limpasan permukaan yang membawa material sedimen dalam jumlah besar.
Pakar UGM menegaskan bahwa faktor alam ini sebenarnya dapat dikelola risikonya apabila ekosistem penyangga masih berfungsi dengan baik.
Pakar UGM menyoroti kerusakan lingkungan sebagai penyebab dominan yang memperparah dampak banjir bandang.
Alih fungsi hutan menjadi perkebunan, pertambangan, dan permukiman menyebabkan berkurangnya daya serap tanah.
Hutan yang seharusnya berfungsi menahan air hujan dan memperlambat aliran permukaan tidak lagi mampu menjalankan perannya secara optimal.
Aktivitas pembukaan lahan di daerah hulu sungai juga meningkatkan risiko erosi. Tanah yang tererosi mudah terbawa arus air dan mengendap di sungai, mengurangi kapasitas tampung alur sungai.
Dalam jangka panjang, sedimentasi ini membuat sungai lebih dangkal dan mudah meluap ketika terjadi hujan deras.
Pakar UGM menilai bahwa perubahan tata guna lahan tanpa perencanaan berbasis lingkungan menjadi salah satu akar masalah banjir bandang di Sumatera.
Baca Juga: Bareskrim Bakal Ungkap Tersangka Penyebab Banjir Sumatera
Selain faktor alam dan kerusakan lingkungan, pakar UGM juga mengkritisi lemahnya pengelolaan daerah aliran sungai (DAS).
Pengelolaan DAS yang tidak terpadu menyebabkan kebijakan di wilayah hulu dan hilir sering kali tidak sinkron.
Pembangunan di kawasan hulu dilakukan tanpa mempertimbangkan dampaknya terhadap wilayah hilir, sehingga risiko bencana semakin besar.
Pakar UGM menjelaskan bahwa banyak sungai di Sumatera mengalami penyempitan akibat pembangunan di bantaran sungai.
Hal ini menghambat aliran air dan meningkatkan potensi luapan saat debit sungai meningkat. Selain itu, sistem peringatan dini banjir bandang di beberapa daerah dinilai belum optimal, sehingga masyarakat tidak memiliki cukup waktu untuk melakukan evakuasi ketika bencana terjadi.
Selain faktor lokal seperti geomorfologi dan kerusakan hutan, para pakar UGM juga menyoroti peran perubahan iklim global dalam memicu intensitas cuaca ekstrem yang semakin sering terjadi di Indonesia.
Peningkatan suhu global telah mengubah pola curah hujan sehingga kejadian hujan ekstrem yang membawa curah hujan hingga ratusan milimeter dalam satu hari semakin sering terjadi.
Profesor Dwikorita Karnawati, mantan kepala BMKG dan kini profesor di UGM, menjelaskan bahwa fenomena iklim seperti anomali siklon tropis juga mulai berperan lebih besar.
Siklon tropis yang sebelumnya jarang menjangkau wilayah Indonesia kini lebih sering muncul dan membawa curah hujan intens selama berhari-hari, memperpendek frekuensi return period bencana hidrometeorologi.
Terus update dirimu dengan informasi menarik setiap hari, eksklusif dan terpercaya di NASIB RAKYAT.
Sumber Informasi Gambar: