Angin kencang hancurkan huntara di Bener Meriah, memaksa lima keluarga mengungsi darurat dan menghadapi tantangan hidup baru.
Bencana angin kencang meluluhlantakkan huntara di Bener Meriah, memaksa lima keluarga segera direlokasi. Kondisi Biang Bencana ini menimbulkan kekhawatiran terhadap keselamatan dan kebutuhan mendesak mereka untuk tempat tinggal sementara serta dukungan sosial.
Pembangunan Huntara Rusak Akibat Angin Kencang
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bener Meriah merelokasi lima keluarga penghuni hunian sementara (huntara) di Dry Port Ketipis, Kampung Kute Kering, Kecamatan Bukit, setelah atap hunian mereka rusak akibat angin kencang dan puting beliung yang terjadi pada Selasa (24/3/2026). Insiden ini menyebabkan kerusakan pada atap lima unit huntara sehingga penghuni terpaksa dipindahkan ke unit kosong yang tersedia di lokasi tersebut.
Kepala BPBD Kabupaten Bener Meriah, Safriadi, menyatakan bahwa kerusakan ini terjadi secara tiba‑tiba saat angin kencang disertai puting beliung melanda kawasan tersebut. Kerusakan bervariasi dari ringan hingga parah, membuat sejumlah atap terbang atau ambruk akibat terpaan angin.
Para penghuni huntara sempat panik saat kejadian berlangsung, tetapi tidak ada korban jiwa karena unit huntara sedang kosong ketika angin menerjang. Momen ini terjadi ketika banyak penghuni tengah merayakan libur Lebaran di luar huntara.
Safriadi juga menyampaikan bahwa atap huntara yang rusak akan diperbaiki oleh vendor atau rekanan yang membangunnya. Proses perbaikan ini dilakukan untuk memastikan hunian sementara kembali layak dan aman bagi para penyintas.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
🔥 Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
📲 DOWNLOAD SEKARANG
Proses Relokasi Lima Keluarga
Lima keluarga yang terdampak langsung kerusakan huntara yakni Muhammad S, Syahbudin, Edi Susanto, Joko Santoso, dan Fadilah. Mereka segera dipindahkan ke unit lain yang masih kosong di kompleks huntara tersebut.
Langkah ini diambil untuk memberikan tempat tinggal sementara yang aman bagi keluarga tersebut sampai perbaikan unit berjalan tuntas. Relokasi dilakukan secara cepat oleh tim BPBD setempat.
Tim juga membantu memindahkan barang‑barang pribadi penghuni huntara yang terdampak agar tetap terjaga dan tidak rusak selama proses relokasi berlangsung.
Upaya relokasi dan penanganan kerusakan menunjukkan kesiapsiagaan BPBD dalam merespons kejadian bencana hidrometeorologi di wilayah Bener Meriah.
Baca Juga: Terungkap! Penyebab Tanah Bergerak Di Buol Sulteng Yang Picu Krisis Air Warga
Dampak Angin Kencang Bagi Huntara
Angin kencang yang disertai puting beliung terjadi dengan cepat dan tidak berlangsung lama, namun cukup kuat untuk menyebabkan kerusakan struktural pada huntara. Kejadian cuaca ekstrem semacam ini sering mengejutkan warga dan petugas karena intensitasnya tiba‑tiba.
Kerusakan atap merupakan salah satu dampak paling umum saat angin kencang melanda hunian sementara. Atap yang terbuat dari material ringan rentan terangkat sehingga memerlukan perbaikan.
Warga huntara mengalami perasaan cemas dan panik saat angin kencang menerjang, meskipun tidak ada korban jiwa tercatat. Hal ini mencerminkan kerentanan hunian sementara terhadap cuaca ekstrem.
Meskipun kejadian tidak berlangsung lama, dampaknya memaksakan perbaikan segera agar hunian tetap layak, aman, dan nyaman bagi penghuninya.
Peran BPBD Dan Penanganan Pasca Bencana
BPBD Kabupaten Bener Meriah segera mengerahkan tim untuk menilai kerusakan setelah angin puting beliung terjadi. Tim tidak hanya fokus pada relokasi penghuni, tetapi juga evaluasi struktur huntara yang terdampak.
BPBD turut membantu proses pemindahan barang pribadi penghuni, sehingga masyarakat yang kehilangan atap tetap memiliki akses terhadap barang penting mereka.
Langkah penanganan oleh BPBD ini mencerminkan respons cepat terhadap kejadian hidrometeorologi di daerah tersebut, serta upaya perlindungan terhadap keselamatan penyintas bencana.
Perbaikan unit huntara dijadwalkan segera dilakukan untuk memastikan kondisi hunian kembali memenuhi standar keselamatan. Peran vendor yang membangun huntara juga menjadi bagian penting dalam proses pemulihan.
Tantangan Cuaca Ekstrem Di Bener Meriah
Wilayah Kabupaten Bener Meriah termasuk daerah yang kadang mengalami kejadian cuaca ekstrem seperti angin puting beliung yang datang secara tiba‑tiba dan kuat. Fenomena seperti ini menjadi tantangan dalam penanggulangan bencana lokal.
Angin puting beliung merupakan salah satu jenis bencana hidrometeorologi yang kerap terjadi karena perubahan atmosfer di kawasan pegunungan, terutama saat musim peralihan.
Kerentanan huntara terhadap angin kencang menunjukkan perlunya peningkatan desain bangunan sementara agar lebih tahan terhadap kejadian cuaca ekstrem di masa depan.
Peningkatan kesiapsiagaan masyarakat dan edukasi tentang risiko bencana lokal penting untuk meminimalkan dampak saat kejadian serupa terulang.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari aceh.antaranews.com
- Gambar Kedua dari aceh.antaranews.com